BAB 2
MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI
PERINTAH YANG DIUNKAPKAN ATAU
YANG TIDAK DALAM KONTEKS BEKERJA
Wacana
Sukses Memulai Karir bagi Pemula
Di dunia kerja memang berbeda dengan dunia pendidikan. Ketika
memasuki dunia kerja, sesungguhnya Anda baru tiba di dunia nyata tempat
Anda harus memulai hidup baru dan karir profesional Anda. Ibaratnya
Anda sedang berada di persimpangan, perjalanan selanjutnya mungkin
bisa menakutkan, menyenangkan, membingungkan, atau membuat Anda
bertanya-tanya. Bisa juga semua perasaan itu bercampur aduk menjadi
satu.
Saat ini, persaingan antar–perusahaan makin ketat. Persaingan
tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan pun demikian. Makin
banyaknya tenaga kerja yang berkualitas menuntut Anda untuk secepatnya
menyesuaikan diri dengan tempat kerja baru. Jika tidak, Anda akan
tersingkir dan gagal untuk meniti karier yang diidamkan.
Karena itu, agar Anda bisa bertahan dengan pekerjaan yang akan
digeluti, sebaiknya Anda perlu mengetahui informasi seputar hari-hari
awal meniti karier. Berikut adalah strategi bagaimana Anda harus bersikap
selama 60 hari pertama di tempat kerja baru. Mungkin saja karier Anda
akan melesat dan berada di jalur cepat.
1. 14 Hari Pertama: Pengenalan Rekan-Rekan Kerja.
Untuk berhasil, diperlukan kombinasi antara performa dan kepribadian.
Supaya bisa diterima oleh lingkungan baru, sering-seringlah menghabiskan
waktu dengan rekan-rekan yang dapat memberi tahu kita peraturanperaturan
informal di dalam perusahaan.
Pertama, dekati mereka-mereka yang akan sering Anda temui (misalnya,
teman satu departemen atau dari departemen lain yang mempunyai
hubungan erat dengan pekerjaan Anda), para pembuat keputusan (misalnya,
pimpinan proyek), dan orang-orang yang berpotensi menjadi mentor Anda.
Jangan ragu-ragu untuk menyediakan waktu makan siang dengan orangorang
ini. Tujuannya tak lain adalah untuk mengetahui rule-of-the-game
yang berlaku di tempat baru tersebut, misalnya apa saja yang boleh dan
tidak boleh dilakukan. Dengan membangun hubungan, kepercayaan dan
informasi akan datang dengan sendirinya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 27
2. 30 hari pertama: Bertemu atasan, tanyakan apakah ada kemajuan
dalam pekerjaan Anda?
Kebanyakan orang yang diterima bekerja di tempat baru mengira
atasan mereka tahu persis apa saja kemajuan yang telah mereka alami.
Tentu saja sikap dan cara berpikir ini fatal karena atasan tidak selamanya
mengikuti perkembangan anak buahnya secara detail. Hal ini diperparah
oleh ketakutan kalau-kalau tugas kita dianggap tidak dikerjakan dengan
benar. Bagaimanapun juga atasan pasti ingin Anda sukses sebab kesuksesan
Anda secara tidak langsung akan berakibat positif pada dirinya. Karena itu,
jangan takut bertemu atasan untuk menanyakan penilaiannya atas kinerja
Anda.
3. 45 hari pertama: Tulis dan pahami deskripsi pekerjaan Anda.
Setelah satu setengah bulan di posisi baru, harusnya Anda sudah
tahu tanggung jawab apa saja yang harus Anda emban. Tulis pertanyaanpertanyaan
yang terlintas di benak Anda di atas sebuah kertas, berikut
dengan daftar proyek-proyek yang telah Anda tangani. Kemudian, temui
atasan Anda dan diskusikan hal ini dengannya. Hal ini untuk menyamakan
persepsi Anda berdua tentang bagaimana menyelesaikan tugas-tugas di
posisi Anda yang dapat diterima oleh bos Anda.
4. 60 hari pertama: Selesaikan pekerjaan dengan baik.
Memang, Anda harus melakukan pekerjaan yang cukup sulit untuk
membuat orang lain terkesan. Namun, Anda harus berhati-hati. Pilih
proyek pekerjaan yang masuk akal dan bisa diselesaikan dengan tepat
waktu. Sebagai contoh, jangan pilih pekerjaan yang hanya Anda yang
terlibat karena hanya akan memakan waktu lebih lama dan mungkin tidak
akan mendapat dukungan dari atasan Anda. Ambilah proyek-proyek yang
melibatkan orang lain dalam tim Anda.
5. 60 hari kemudian: Penyegaran
Untuk melakukan hal ini, sebenarnya susah-susah gampang. Intinya
adalah berusaha melakukan hal yang sama (dengan semangat yang sama)
sebagaimana Anda bekerja di dua bulan pertama. Kemudian, buat kerangka
kerja berdasarkan landasan yang telah Anda ciptakan di 60 hari pertama
tersebut. Memperluas pergaulan hingga mempunyai banyak teman dari
perusahaan lain juga dapat menunjang usaha Anda. Ingatlah selalu bahwa
28 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
memberikan atau menerima feedback dan menentukan posisi Anda di kantor
adalah proses yang terus berlanjut, jadi jangan cepat puas!
(Sumber: Kompas, 18 November 2007)
A. Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lain
untuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk mendapatkan
tanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya.
Ciri-ciri kalimat perintah adalah seperti berikut.
1. Menggunakan partikel –lah.
Contoh:
1. Pergilah dari sini!
2. Cepatlah kamu mandi!
3. Bantulah adikmu!
2. Berpola kalimat inversi (PS).
Contoh :
1. Ambilkan buku itu!
2. Santaplah makanan itu!
3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.
Contoh:
1. Pergilah dari sini!
2. Ayo masuk!
3. Pulanglah!
4. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan
berintonasi rendah di akhir.
Contoh:
1. Bawa barang-barang itu kemari!
2. Selesaikan tugasmu!
B. Jenis-Jenis Kalimat Perintah
1. Kalimat Perintah Biasa
Contoh.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 29
1. Masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!
2. Antarkan surat ini kepada Pak RT sekarang juga!
2. Kalimat Perintah Ajakan
Contoh:
1. Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan
program pemerintah.
2. Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat.
3. Kalimat Perintah Larangan
Contoh:
1. Jangan membuang sampah di sini.
2. Jangan dekati tempat itu.
4. Kalimat Perintah Permintaan/Larangan
Contoh:
1. Saya berharap Anda hadir di acara itu.
2. Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu.
5. Kalimat Perintah Permohonan
Contoh:
1. Saya mohon kamu bisa datang di acara pesta ulang tahunku.
2. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, tunjukkanlah jalan yang lurus
yang Engkau ridhoi.
6. Kalimat Perintah Pembiaran
Contoh:
1. Biarlah aku yang membawa barang itu.
2. Biarkan dia pergi sendiri.
7. Kalimat Perintah Sindiran
Contoh:
1. Maju kalau kamu berani.
30 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
2. Ambil saja kado yang kauberikan kalau kau tidak malu
terhadapnya.
8. Kalimat Perintah yang Menuntut Proses atau Langkah Kerja
Contoh:
1. Urutlah dari nomor kecil hingga nomor yang besar.
2. Susunlah sehingga membentuk lingkaran penuh.
9. Kalimat Perintah yang Berbentuk Kalimat Berita
Contoh:
1. Hendaknya Anda bersedia menjadi pengurus kegiatan itu.
2. Terima kasih Anda tidak menolak untuk menjadi pembawa acara
pada malam reuni nanti.
Kalimat perintah beragam jenisnya mulai dari yang kasar sampai yang
halus. Bahkan karena halusnya sering orang tidak menyadari bahwa hal
tersebut berupa perintah.
Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-unsur
berikut.
1. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan,
hendaknya, sebaiknya.
Contoh:
1. Mohon kembalikan buku itu di meja saya.
2. Silakan masuk.
3. Tolong buatkan kopi untuk Ayah.
4. Hendaknya kamu pulang sekarang.
5. Harap datang tepat waktu
6. Sebaiknya cepat bawa adikmu ke rumah sakit.
7. Sudilah Anda membantu saya menyelesaikan tugas ini.
2. Menggunakan partikel –lah.
Contoh:
1. Berangkatlah lebih halus daripada berangkat.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 31
3. Pengubahan ke struktur tanya.
Contoh:
− Apakah tidak ada petugas piket yang menghapus papan tulis?
4. Pengubahan ke struktur berita.
Contoh:
− Panitia sangat gembira jika Bapak/Ibu berkenan hadir pada acara
perpisahan.
C. Berbagai Respons terhadap Perintah
Sejalan dengan bervariasinya kepentingan manusia terhadap
manusia yang lain sebagai wujud dinamika hubungan antar–manusia,
bentuk-bentuk perintah pun sudah menjadi suatu hal yang pasti dan selalu
ditemui. Hanya dalam skala umum perintah yang biasa yang langsung
bisa ditanggapi. Namun, sebenarnya pada lingkungan kalangan tertentu,
bahasa perintah perlu dicermati karena belum tentu dipahami sebagai
perintah biasa, seperti di dunia kerja. Dalam dunia kerja, bentuk-bentuk
perintah umumnya bersifat operasional kerja sehingga perintah tidak sertamerta
bisa secara langsung dilaksanakan. Banyak ragam kalimat perintah
menunjukkan banyaknya bentuk perintah yang diwujudkan melalui simbol
bahasa. Sebagai alat komunikasi, tentu bahasa harus dapat menerjemahkan
segala bentuk keinginan dan pilihan pemakainya, termasuk keinginan
mendapatkan respons dari sebuah perintah yang disampaikan baik secara
lisan maupun tertulis. Oleh karena itu, kita perlu mencermati dan mengenal
bentuk-bentuk perintah agar respons yang dilakukan tidak menyimpang
dari isi perintah.
Langkah yang perlu kita tempuh dalam menanggapi perintah adalah
sebagai berikut.
(1) Membaca kembali isi perintah secara hati-hati, teliti, dan saksama.
(2) Merumuskan/menuliskan kembali isi perintah.
(3) Isi perintah ditulis dalam bentuk kerangka/bagan sehingga mudah
dipahami.
(4) Membuat perencanaan dalam bentuk kerangka/tabel/bagan segala
kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka memenuhi perintah.
32 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
(5.) Meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana
kegiatan yang telah disusun.
Perhatikan dengan cermat proses menerima perintah kerja di bawah
ini dan respons yang dilakukan.
Dalam rangka memperingati HUT SMK Nusantara 1 Bumiayu,
Pembina OSIS mengumpulkan beberapa pengurus OSIS. Kemudian, beliau
menjelaskan bahwa OSIS akan mengadakan pentas seni dan bazar untuk
merayakan Hari Ulang Tahun ke-20 Sekolah. Beliau melanjutkan:
”Dalam rangka HUT sekolah kita, OSIS akan mengadakan kegiatan
Pentas Seni dan Bazar. Saya minta seluruh pengurus OSIS terlibat menyukseskan
acara ini. Berhubung masih ada waktu satu bulan, saya ingin
Ketua OSIS dan pengurus seksi mulai mempersiapkan segala sesuatunya,
seperti membuat kepanitiaan lalu menyusun rencana kerja dan struktur
kerja. Saya berharap seminggu sebelum acara, semuanya sudah siap. Jika
diperlukan, kalian bisa bekerja sama dengan sponsor atau dunia usaha
yang menjadi anggota majelis sekolah kita untuk membantu pendanaan
dan penyediaan barang buat bazar. Segala hal yang masih belum jelas dapat
dikonfirmasikan kepada saya. Mulai saat ini, kita saling berkomunikasi
untuk mempersiapkan segalanya hingga menjelang pelaksanaan acara.
Demikian pertemuan kita, selamat bekerja!
1. Pengurus OSIS mencatat isi instruksi/perintah Pembina OSIS sebagai
berikut.
a. Membuat kepanitiaan kegiatan bazar-amal.
b. Membuat proposal kegiatan.
c. Membuat jadwal kegiatan.
d. Membuat bagan atau struktur kerja.
e. Menghubungi pihak yang terkait dengan kegiatan.
f. Menggalang dana dengan menghubungi sponsor untuk meminta
dukungan.
g. Sosialisasi kegiatan kepada siswa dan komite sekolah.
h. Klarifikasi dan konfirmasi.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 33
2. Ketua OSIS dan sekretaris menyusun jadwal kerja.
No. Nama Kegiatan
Minggu
Keterangan
1 2 3 4
1. Rapat pembentukan panitia √
2. Pembuatan proposal √ √
3. Sosialisasi ke seluruh siswa √ √
4. Menghubungi sponsor √
5. Pertemuan dengan sponsor √
6. Evaluasi √
3. Agar proses kerja berjalan lancar, dibuat pula struktur atau prosedur
kerja yang mengatur:
(1) siapa mengerjakan apa,
(2) siapa bekerja sama dengan siapa,
(3) siapa bertanggung jawab terhadap pekerjaan apa dan kepada
siapa, dan
(4) garis hubungan kerja dan wewenang yang jelas.
Semua hal tersebut dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan seperti
di bawah ini.
d. Ketua OSIS beserta panitia kegiatan mengkonfirmasikan
Sponsor
Seksi-Seksi
Pembina
OSIS
Ketua Panitia
Siswa
Ketua OSIS
34 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
4. Ketua OSIS beserta panitia kegiatan mengonfirmasikan informasi
perintah kepada pembina OSIS dengan mengajukan beberapa
pertanyaan berkaitan dengan persiapan dan perencanaan yang sudah
dan akan dilakukan agar langkah kerja tidak menyimpang.
Pertanyaan untuk konfirmasi dapat seperti berikut.
(1) Apakah yang sudah dilakukan sesuai dengan perintah?
(2) Apakah semua rencana sesuai dengan harapan?
(3) Siapa saja yang akan diundang?
(4) Berapa banyak sponsor yang akan dilibatkan?
(5) Biaya yang disiapkan sudah cukup atau kurang?
(6) Acara sesuai dengan tema?
(7) Dan sebagainya.
RANGKUMAN
A. Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada
orang lain untuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk
mendapatkan tanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya.
Ciri-ciri kalimat perintah:
(1) Menggunakan partikel –lah
(2) Berpola kalimat inversi (PS)
(3) Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis
(4) Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan
berintonasi rendah di akhir
B. Jenis-Jenis Kalimat Perintah
(1) Kalimat perintah biasa
(2) Kalimat perintah ajakan
(3) Kalimat perintah larangan
(4) Kalimat perintah permintaan
(5) Kalimat perintah permohonan
(6) Kalimat perintah pembiaran
(7) Kalimat perintah sindiran
(8) Kalimat perintah yang menuntut proses atau langkah kerja
(9) Kalimat perintah yang berbentuk kalimat berita
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 35
Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsurunsur
berikut.
(1) Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan,
hendaknya, sebaiknya.
(2) Menggunakan partikel –lah.
(3) Pengubahan ke struktur tanya.
(4) Pengubahan ke struktur berita.
C. Berbagai Respons Terhadap Perintah
Langkah yang perlu kita tempuh dalam menanggapi perintah:
(1) Membaca kembali isi perintah secara hati-hati, teliti, dan saksama.
(2) Merumuskan/menuliskan kembali isi perintah.
(3) Isi perintah ditulis dalam bentuk kerangka/bagan sehingga mudah
dipahami.
(4) Membuat perencanaan dalam bentuk kerangka/tabel/bagan segala
kegiatan yang akan di lakukan dalam rangka memenuhi perintah.
(5) Meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan
rencana kegiatan yang telah disusun.
TUGAS KELOMPOK
Bentuklah kelompok terdiri atas 4-5 orang. Anggap saja setiap
kelompok diperintahkan oleh pembina OSIS/kepala sekolah untuk
melaksanakan kegiatan (penentuan jenis kegiatan diserahkan pada
kelompok). Lalu, setiap kelompok melakukan langkah-langkah berikut.
1. Rumuskanlah hal-hal yang akan dilakukan oleh tim kerja!
2. Susunlah agenda atau jadwal kerja panitia!
3. Buatlah struktur kerja berbentuk bagan!
4. Susunlah daftar pertanyaan untuk konfirmasi!
5. Presentasikanlah di depan kelas semua langkah kerja tersebut!
Kelompok lain mengomentari.
( Ilustrasi bisa dikembangkan di luar sekolah, misalnya di lingkungan
RT, RW, atau kantor)
36 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Jangan mencontek ketika ulangan!
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat perintah
a. permintaan
b. larangan
c. perintah biasa
d. permohonan
e. harapan
2. Dengan hormat, kami mohon hadirin tenang!
Perintah lisan pada kalimat di atas merupakan kalimat
a. perintah biasa
b. permohonan larangan
c. ajakan
d. permintaan
e. pemberitahuan
3. Berikut ini merupakan contoh kalimat perintah, kecuali
a. Kerjakan soal ini sebaik-baiknya!
b. Tolong sampaikan kepadanya, bahwa ia boleh datang besok!
c. Siapa yang mengatakan hal itu?
d. Letakkan buku-buku itu di atas meja!
e. Laporkan segera anggaran pengeluaran bulan ini!
4. Kalimat perintah yang berbentuk kalimat berita
a. biarlah dia bersamaku
b. saya harap Anda datang tepat waktu
c. jangan ada yang pergi dari sini
d. hendaknya ada yang mengoordinasi kegiatan ini
e. sebaiknya kami pulang sekarang
5. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat perintah, kecuali
a. intonasi keras (terutama perintah biasa dan larangan)
b. kata kerja yang mendukung isi perintah itu biasanya merupakan
kata dasar
c. memakai intonasi tanya
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 37
d. mempergunakan partikel penghalus -lah.
e. berbentuk perintah
6. Kalimat perintah sindiran
a. Terima kasih Anda tidak menolak.
b. Saya mohon Anda mengoordinasi sumbangan ini.
c. Hendaknya Saudara pikirkan penawaran ini.
d. Pulanglah kamu sekarang.
e. Sudikah Anda mampir ke rumahku?
7. Kalimat perintah berpola kalimat inversi (P-S)
a. Diamlah, jangan berisik!
b. Simpanlah dokumen ini!
c. Makanlah hidangan ini!
d. Harap wakili saya pada rapat besok!
e. Bersihkan tempat ini!
8. Kalimat perintah himbauan di bawah ini adalah
a. Sebaiknya, uang itu dikembalikan.
b. Bantulah aku dalam mengerjakan tugas ini!
c. Lestarikan budaya bersih.
d. Jagalah kelestarian lingkungan kita.
e. Janganlah kauganggu adikmu !
9. Tujuan kalimat perintah adalah
a. untuk mendapatkan respons berupa jawaban
b. untuk mendapatkan informasi
c. mendapatkan respons berupa tindakan
d. menyampaikan keinginan
e. untuk mendapatkan inspirasi
10. Yang termasuk contoh perintah ajakan terdapat pada kalimat
a. Lebih baik kamu berbisnis dalam bidang otomotif.
b. Sebaiknya kita istirahat dahulu.
c. Marilah kita bernyanyi bersama-sama.
d. Kita berhenti di sini saja.
e. Tidurlah, hari sudah malam.
11. Kalimat perintah pembiaran adalah
a. Sudahlah, aku mau pergi.
38 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
b. Marilah kita lanjutkan pekerjaan.
c. Biarkan buku itu di mejaku.
d. Saya minta kalian belajar sungguh-sungguh.
e. Pergilah sekarang.
12. Langkah yang dapat ditempuh dalam menanggapi perintah
kecuali
a. merumuskan kembali isi perintah
b. isi perintah dituliskan berbentuk kerangka
c. mengecek kebenaran kegiatan yang akan dilaksanakan, apakah
sesuai perintah
d. membuat perencanaan dalam bentuk karangan
e. membuat perencanaan dalam bentuk kerangka/bagan
13. Ambillah bagian paling bawah hingga atas.
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat perintah
a. berbentuk berita
b. yang memutus proses kerja
c. pembiaran
d. ajakan
e. himbauan
14. Kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat perintah biasa adalah.
a. Per langkah!
b. Antarkan surat ini ke Pak RT.
c. Ayolah, kita bersenam pagi agar tubuh kita sehat.
d. Sebaiknya Bapak memakai helm demi keselamatan berkendara.
e. Marilah kita gunakan tekstil dalam negeri.
15. Kalimat perintah berikut yang dikategorikan kalimat perintah
halus
a. Sudilah Anda mampir ke rumahku.
b. Sebaiknya telepon ia sekarang.
c. Tidurlah, hari sudah malam.
d. Makanlah hidangan ini.
e. Cepat pergi dari sini!
16. Contoh kalimat perintah ajakan
a. Marilah ketetanggamu kalau kauberani.
b. Kami berharap Anda datang tepat waktu.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 39
c. Tempat ini bukan untuk membuang sampah.
d. Saya mohon kamu segera melunasi utangmu.
e. Bawa oleh-oleh ini untuk nenekmu.
17. Kalimat perintah dengan nada bersahabat
a. Ambillah kembali kado yang kauberikan kalau kamu tidak mau.
b. Kami mohon Anda bersedia bekerja di sini.
c. Kami sangat berterima kasih bila Anda membuang sampah pada
tempatnya.
d. Anda diminta kesediaannya menjadi pembawa acara pada malam
reuni nanti.
e. Pulanglah kamu sekarang.
18. Kalimat perintah yang berkesan harapan adalah
a. Saya ingin Anda belajar dengan semangat!
b. Hadirin saya minta berdiri!
c. Semuanya saya sarankan kembali ke kelas.
d. Hapuslah papan itu!
e. Katakan dengan sejujurnya!
19. Tabunglah uangmu untuk simpanan hari tua.
Kalimat perintah yang sepadan dengan kalimat di atas ialah
a. Belajarlah hingga akhir hayatmu!
b. Pelajari halaman 10, besok ulangan!
c. Kerjakanlah soal ini sampai selesai!
d. Hendaknya seorang anak berbakti kepada orang tua!
e. Pergilah segera, nenekmu sudah menunggu!
20. Di bawah ini yang bukan perintah berisi nasihat ialah
a. Berhati-hatilah selama dalam perjalanan!
b. Mimpi indahlah dalam tidurmu!
c. Simpanlah baik-baik surat wasiat ini!
d. Jagalah bicaramu di mana saja kauberada.
e. Hendaknya selalu waspada dalam segala suasana.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan pengertian kalimat perintah!
2. Sebutkan ciri-ciri kalimat perintah!
40 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
3. Buatlah dua contoh kalimat berita dan ubahlah menjadi kalimat
perintah!
4. Buatlah contoh kalimat perintah sindiran!
5. Sebutkan langkah-langkah yang ditempuh dalam menanggapi perintah
agar respons yang dilakukan tidak menyimpang dari isi perintah!
6. Buatlah contoh kalimat perintah pembiaran!
7. Buatlah contoh kalimat perintah himbauan!
8. Buatlah contoh kalimat perintah berpola inverse!
9. Buatlah contoh kalimat perintah larangan!
10. Buatlah kalimat perintah dengan nada bersahabat!
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 41
Standar
Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat
madya
Kompetensi
Dasar
- Memahami perintah kerja tertulis
Indikator
- Mengenali informasi yang berkaitan dengan budaya
kerja yang berlaku di tempat kerja
- Merencanakan tindak lanjut perintah berdasarkan
catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi
dari perintah kerja tertulis
- Membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah
kerja tertulis
- Mengonfirmasikan rencana kegiatan yang akan
dilakukan (secara lisan/tulisan) kepada pemberi
perintah
Bab ini masih membahas perintah kerja, namun lebih khusus kepada perintah
kerja berbentuk surat-surat resmi atau surat dinas, seperti surat edaran,
surat perintah, atau surat tugas, memorandum, disposisi, dan perintah kerja
berbentuk manual. Sebagaimana pelajaran sebelumnya, pada pelajaran ini,
kita diharapkan mampu menindaklanjuti perintah kerja dengan membuat
perencanaan, prosedur kerja, serta dapat mengonfirmasikan isi perintah kerja
kepada pemberi perintah.
BAB 3
MEMAHAMI PERINTAH KERJA TERTULIS
DALAM KONTEKS BEKERJA
42 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Wacana
Beli Sekarang, Bayar Nanti
Kapan orang mulai berhutang-piutang? Jangan kaget, sekitar 3.000
tahun lalu masyarakat Babilonia dan Mesir telah melakukan praktik utang
atau kredit atas sesuatu yang ingin dimiliki. Pada tahun 1730, Christopher
Thorton adalah orang pertama yang memasang iklan penjualan perabot
rumah yang biasa dibayar pada akhir minggu. Inilah konon iklan pertama
untuk pembelian secara kredit.
Awalnya, kartu kredit adalah penerus berbagai program kredit
pedagang. Kartu kredit pertama kali digunakan pada tahun 1920 di
Amerika Serikat, untuk menjual bahan bakar ke sejumlah pemilik mobil.
Tahun itu pula, di Negeri Paman Sam, ada sebuah toko pecah belah yang
menggunakan sistem “Beli Sekarang, Bayar Nanti”. Cara ini kemudian
banyak ditiru pada tahun 1938, beberapa perusahaan mulai menerima
kartu-kartu lainnya, yang hakikatnya menunda pembayaran.
Konsep pembayaran menggunakan kartu kredit ditemukan pada tahun
1950, yakni dioperasikannya charge card oleh Dinners Club, yang mencatat
biaya yang dikeluarkan pelanggan atas permintaan penerbit kartu. Seluruh
rekening dibayarkan pada setiap datangnya laporan rekening. Langkah ini
diikuti American Express. Inilah “Uang Plastik” pertama.
Setahun kemudian, 1951, Dinners Club melepaskan kartu kredit
pertama kepada 200 orang pelanggannya, yang bisa digunakan pada 27
rumah makan di New York. Pada tahun 1958, Bank of America menciptakan
BankAmericard, produk yang akhirnya berevolusi menjadi sistem Visa.
Mastercard muncul pada tahun 1966 ketika sekelompok bank penerbit
kartu membentuk MasterCharge.
Kartu kredit dikeluarkan setelah ada persetujuan dari penerbit kartu
(biasanya bank umum). Dengannya, nasabah bisa menggunakan transaksi
pembelian sampai batas kredit tertentu. Setiap kali transaksi pembelian,
penggunaan kartu menandatangani resi berupa catatan data kartu dan
jumlah yang dibayarkan. Melalui sistem verifikasi elektronik, yang
memeriksa strip bahan magnetis berisi data, kartu dinyatakan valid dan
pemegang kartu dianggap memiliki cukup kredit untuk menutup biaya
pembelian.
Beberapa cara lain dikembangkan, misal melalui telepon dengan hanya
mengutip nomor kartu kredit yang dicetak embossed (timbul) pada kartu.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 43
Cara ini bisa pula untuk melakukan pembayaran via internet, bahkan lewat
pos. Ini lazim disebut “transaksi tanpa kartu”. Agar aman, beberapa bank
memberi nomor sekali pakai untuk setiap transaksi. Kartu kredit semacam
ini merebak di kalangan menengah negara-negara Barat.
Soal keamanan kartu menjadi kelemahan sistem ini. Penerbit kartu
berusaha keras agar kerugian akibat penipuan dan biaya pencegahan
penipuan diminimalkan. Celakanya, tercipta pasar gelap bagi nomor
kartu kredit curian, yang harus langsung dipakai sebelum diendus pihak
berwajib. Karenanya, dibuat tiga perbaikan keamanan kartu kredit. Pertama,
sistem verifikasi online, yakni nomor indentifikasi pribadi (PIN) dijadikan
empat digit. Kedua, kartunya diganti smart card, yang dampak sama tetapi
antipenipuan. Ketiga, untuk transaksi tanpa kartu, ditambahkan kode 3
atau 4 digit di belakang kartu.
Indonesia, yang mengenal kartu kredit sejak 1985, justru jadi fukos
dunia lantaran penipuan kartu kredit via internet yang dilakukan segelintir
anak muda. Pemalsuan kartu kredit pun merebak. Untunglah, pada tanggal
6 Juni 2004 Pengadilan Negeri Gianyar memvonis 2,8 tahun penjara, disusul
Pengadilan Negeri Denpasar pada tanggal 14 September 2004 mengganjar
3 tahun penjara terhadap seorang terdakwa pemalsuan kartu kredit, Benny
Wong.
Kini, hampir 6 juta kartu kredit beredar di seantero Nusantara, dengan
pertumbuhan sebesar 20-30 % per tahun.
(Sumber : Majalah Intisari, Agustus 2005)
A. Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis
Banyak bentuk aturan atau petunjuk yang dapat ditemukan dalam
kehidupan kita. Baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, masyarakat,
di tempat pekerjaan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bentuk perintah dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Perintah
lisan biasanya menuntut respon/tindakan langsung sehingga muncul
variasi kalimat perintah, sedangkan bentuk perintah tertulis umumnya
bersifat tidak langsung.
Dalam dunia kerja, perintah sudah menjadi bagian keseharian dalam
proses kerja sekaligus menjadi jaminan keberlangsungan kerja yang diwarnai
oleh pola hubungan manusia secara hierarki. Perintah sering menjadi
acuan pekerjaan, bahkan roda penggerak agar manusia selalu melakukan
pekerjaan karena perintah itu sendiri adalah awal tindakan atau pedoman
kerja. Dalam budaya kerja, perintah dapat dimanifestasikan dalam bentuk
44 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
instruksi, petunjuk, dan pedoman. Karena pekerjaan berkaitan dengan
administrasi dan dokumentasi, bentuk petunjuk dan pedoman lebih banyak
diwujudkan secara tertulis dalam bentuk surat.
Berdasarkan jenisnya, bentuk perintah tertulis dapat dibedakan
menjadi:
(1) himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan
membuang sampah;
(2) petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang;
(3) Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu
berkunjung;
(4) pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah;
(5) undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan
narkoba, undang-undang pendidikan.
B. Model-Model Surat Berisi Perintah Kerja
Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang
sebagai alat komunikasi tertulis yang paling efisien, efektif, ekonomis, dan
praktis. Selain itu, surat juga berfungsi sebagai alat bukti tertulis, alat bukti
historis, alat pengingat, duta organisasi, dan pedoman kerja.
Surat yang berhubungan dengan pekerjaan disebut surat dinas atau
surat resmi. Surat ini umumnya berisi informasi, ketentuan, atau perintah
kerja yang dapat dijadikan pedoman bagi karyawan pada suatu lembaga,
instansi, atau perusahaan. Model surat yang berisi informasi kerja atau
perintah kerja, antara lain surat perintah, surat edaran, memorandum,
pengumuman, dan disposisi.
1. Surat Perintah
Surat perintah adalah surat yang berisi perintah dari pimpinan kepada
bawahan yang berisi petunjuk yang harus dilakukannya. Surat perintah
berlaku sementara dan berakhir setelah tugas yang diperintahkannya selesai
dilaksanakan serta melaporkan hasil pekerjaan tersebut kepada pimpinan.
Surat perintah terdiri atas:
(1) kepala surat
(2) pembukaan
(3) isi surat perintah
d. kaki surat/bagian akhir surat
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 45
Contoh surat perintah pada instansi swasta.
HARIAN UMUM PEDOMAN
Jalan Teratai 13
Bekasi
===============================================================
SURAT PERINTAH
Nomor : ...................
Dasar : 1. Dalam rangka peningkatan sumber daya
manusia
2. Surat Pemimpin Redaksi Harian Umum
Pedoman No. 346 P-76/KEP/1994 tanggal
...........................
Pertimbangan : Untuk peningkatan sumber daya manusia dalam
menyongsong
era globalissi, untuk hal tersebut
di atas perlu dikeluarkan surat perintah.
MEMERINTAHKAN :
Kepada : Nama : ..............................................
Pangkat : ..............................................
Jabatan : ..............................................
Alamat : ..............................................
Untuk : 1. Terhitung tanggal 12 Juni 1996, di samping
tugas pokok yang telah ada, Saudara diperintahkan
untuk melaksanakan kewajiban/pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam lampiran
surat perintah ini.
2 Agar pelaksanaannya dijalankan dengan sebaik-
baiknya dengan penuh rasa tanggungjawab.
Dikeluarkan di : Bekasi
Pada tanggal : 3 Juni 1996
Pemimpin Redaksi
Harian Umum Pedoman
ttd
Ir. Ereng Sarindat
46 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
2. Surat Edaran
Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada
pejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenai sesuatu hal,
misalnya kebijakan pimpinan, petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan,
atau peraturan perundang-undangan.
Ada dua macam bentuk dan sifat surat edaran, yaitu surat edaran
umum dan surat edaran khusus. Surat edaran umum ditujukan kepada
orang banyak atau umum. Surat edaran khusus ditujukan kepada orangatau
pejabat tertentu dan seperti surat dinas biasa.
Surat edaran terdiri atas unsur-unsur berikut.
(1) Kepala surat edaran bertuliskan nama perusahaan dan identitasnya.
(2) No, hal, lampiran, tanggal surat, dan alamat tujuan surat.
(3) Perkataan ”Edaran” biasanya ditulis di tengah
(4) Isi surat edaran: Salam pembuka, isi surat, dan penutup surat
(5) Kaki surat: salam penutup serta nama penanggung jawab surat
edaran.
CCoonnttooh hsu rsaut erdaarta ne bdearsrifaatn u mbuemr:s ifat umum
SDRAGAJAYA
KEC.BOJONGGEDEKAB.BOGOR
Nomor :421/ED/’07 Bojonggede,19Desember2007
Lamp :
Hal :PenggantianBukuLaporanPendidikan
Yth.Bapak/IbuorangtuamuridSDRAGAJAYA
ditempat
SURATEDARAN
No.421/SD/’07
SehubunganadanyaperubahankurikulumSD,dariKurikulum2004menjadi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), buku laporan hasil belajar siswa
digantiuntukmenyesuaikankurikulumyangbaru.Dalamrangkapengadaanbuku
laporan yang baru, setiap siswa diwajibkan membayar Rp. 20.000. Pembayaran
palinglambatsampaitanggal14Januari2008.
Demikianlah surat edaran kami, semoga Bapak/Ibu orang tuamurid dapat
memakluminya.Atasperhatiannya,kamiucapkanterimakasih.
Kepalasekolah,
Tembusan:GunturSangaji,S.Pd.
PengurusKomiteSekolah
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 47
CCoonnttoohh s usruart aedt aerdana rbaenrs ibfaet rkshiufasut sk : husus :
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BINA MULYA II MALANG
EDARAN
572/33/05
Hal : Pekan Seni 29 Desember 2004
Yth : Para Guru / Karyawan
SMK Bina Mulya II
Malang
Sesuai dengan surat keputusan No. 21/12/05 tertanggal 27 Oktober 2004 tentang
Pekan Seni, dengan ini kami beri tahukan bahwa dalam rangka persaudaraan antar
SMK kota Malang maka diadakan Pekan Seni berlangsung pada tanggal 3 Januari
sampai dengan 7 Januari 2005.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini kamu ajukan agar selama
Pekan Seni, saudara memakai kemeja batik pada waktu dinas, kecuali bagi petugas
keamanan.
Atas perhatian saudara, kami ucapkan terima kasih.
Kepala Sekolah,
Drs. Laksana Muria
3. Surat Pengumuman
Pengumuman berasal dari kata ”umum”, mendapat konfiks pe-an dan
bunyi sengau ng. Kata dasar umum mempunyai arti seluruh atau orang
banyak. Mengumumkan berarti memberitahukan atau memaklumkan.
Pengumuman berarti pemberitahuan kepada orang banyak tentang
sesuatu masalah, agar diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak
yang berkepentingan. Berdasarkan sifat dan asalnya, pengumuman dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu seperti berikut.
(1) Pengumuman lisan, yaitu disampaikan secara oral komunikasi,
penyampaiannya dapat melalui pesawat telepon atau pengeras suara
(sound system).
(2) Pengumuman tertulis, yaitu pengumuman dalam bentuk tulisan, yang
disampaikan melalui telegram, surat kawat, telex, surat kabar, majalah,
papan pengumuman, dan lain-lain.
48 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
(3) Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari
instansi.
Surat pengumuman merupakan surat yang berisi pemberitahuan
tentang masalah yang perlu diketahui oleh siapa saja yang berkepentingan
sesuai dengan pengumuman tersebut.
Surat Pengumuman dapat disebarkan dengan beberapa cara, di
antaranya:
(1) menyebarkannya sebagai surat edaran,
(2) memasangnya di papan-papan pengumuman, dan
(3) memasangnya di koran-koran sebagai iklan.
Contoh surat pengumuman:
PT. Tunjung Mulia
Jalan Diponegoro No. 5, Palembang
PENGUMUMAN
No. 215/033/05
tentang
Kesempatan Kerja bagi Para Lulusan SLTA
PT. Tunjung Mulia membuka kesempatan bagi para lulusan SLTA
untuk diangkat sebagai karyawan/i di perusahaan kami.
Lamaran ditulis di atas kertas bermaterai Rp 6000,- dengan dilampiri
ijazah (fotokopi), riwayat hidup, foto 3 x 4 = 3 lembar, SKKB dan surat
keterangan sehat dari dokter.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 3 Januari sampai dengan 7 Januari
2005. Pelamar datang sendiri di kantor kami pukul 08.00 – 12.00 WIB.
Demikian pengumuman kami untuk diketahui
Palembang, 1 Januari 2005
Direktur PT. Tunjung Mulia
Drs. Ir. Anggi Surendra
4. Memo atau Memorandum
Memorandum biasa digunakan untuk surat-menyurat secara intern
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 49
dalam lingkungan kantor. Memo dibuat oleh atasan kepada bawahan atau
antara pejabat yang setaraf. Isi memo singkat, sederhana, dan mudah agar
cepat dipahami. Memo umumnya berisi peringatan, arahan, penerangan,
perintah, pertanyaan, dan lain sebagainya.
Penulisan memo dapat ditik atau ditulis tangan. Isi memo umumnya
tidak lebih dari 10 baris. Bagian-bagian memorandum meliputi sebagai
berikut:
a. Ciri Bentuk
Terdiri atas dua bagian, yaitu kepala memo dan isi memo. Kepala
memo berisi:
(1) pihak yang dituju
(2) pengirim memo
(3) perihal memo
(4) tanggal pengirim memo
(5) paraf dan nama pengirim
b. Ciri Isi
Isi memo disampaikan dengan bahasa singkat. Penulisan memo harus
langsung menyampaikan pesan atau perintah dengan kalimat pendek
dan tegas. Karena peredarannya yang terbatas, memo biasanya tidak
mencantumkan identitas kantor.
Bacalah contoh memo berikut ini dan perhatikan ciri-cirinya!
Contoh 1
Memo
Kepada : Manajer Pemasaran
Dari : Kasubag. Pengiriman Buku
Perihal : Pengiriman Buku
Segera kirimkan buku Teori karya Prof. Dr. Hamid Abdul Hadi untuk
Bapak Dr. Budi Santoso, Kepala Perpustakaan Kota Bogor, sebanyak 80
eksemplar.
Jakarta, 22 Maret 2005
(paraf)
Ajun Ginanjar
50 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh 2
PT. Angkasa Raya
Jalan Pancanaka No. 3
(1)--------------------------- Jakarta – Selatan
(2) 30 Desember 2004
(3) Memo
(4) Kepada : Bagian Personalia
(5) Dari : Direktur PT Angkasa
(6) Hal : Pengadaan Pegawai
(7) Sesuai dengan perkembangan di perusahaan terutama pada
bidang sales, saya meminta Saudara mempersiapkan
sarana dan perencanaan guna penerimaan karyawan baru.
(penjelasan
terlampir)
Ttd
(8) Dandang Kusuma, S.E.
Keterangan:
(1) kop surat memo
(2) tanggal surat memo
(3) judul memo
(4) alamat memo
(5) pengirim memo
(6) perihal pokok memo
(7) isi memo
(8) tanda tangan dan nama terang pengirim memo
5. Disposisi
Lembaran disposisi adalah lembaran kertas yang disediakan oleh
agendaris untuk diisi oleh pimpinan tentang tindak lanjut surat yang
masuk. Dengan kata lain, disposisi adalah catatan berupa saran /tanggapan/
instruksi setelah surat dibaca oleh pimpinan.
Sebagai contoh, suatu intitusi menerima surat penawaran barang oleh
bagian administrasi. Surat itu diagendakan, lalu diberi lembar disposisi.
Selanjutnya, pimpinan membuat disposisi. Isi disposisi bisa merupakan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 51
perintah untuk menolak penawaran tersebut atau memerintahkan staf yang
bersangkutan untuk membalas surat yang isinya memesan barang-barang
tersebut.
Disposisi dibedakan menjadi dua macam:
(1) disposisi langsung, yaitu disposisi yang langsung ditulis pada lembaran
surat, dan
(2) disposisi tidak langsung, yaitu disposisi yang dituliskan pada lembaran
tersendiri (lembaran disposisi).
Contoh disposisi :
Contoh disposisi :
Rahasia Penting Rutin
No. Agenda : 102/SP/2007………Tgl. Penyelesaian
Tanggal : 30 Maret 2007
Perihal : Penawaran Bahan Kain
Tanggal : 30 Maret 2007
Asal : PT. Darma Tekstil
Instansi/Informasi: Diteruskan kepada:
- Harap dipelajari 1. Bagian gudang
- Tanyakan bagian pengadaan barang 2. Biro Umum
- Jika perlu, segera pesan 3. Bag. Keuangan
4.
Jakarta, 30 Maret 2007
Pimpinan,
ttd
Imam Ahmad, S.E.
C. Perintah Kerja Berbentuk Manual
Petunjuk penggunaan yang disebut juga manual kerja merupakan
perintah bagaimana melakukan pekerjaan atau perbuatan terhadap suatu
objek atau alat. Petunjuk penggunaan umumnya disediakan oleh produsen
barang untuk memberi petunjuk penggunaan barang yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, petunjuk penggunaan (manual kerja) biasanya menggunakan
bahasa lugas dan mudah dipahami.
52 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Petunjuk penggunaan dibuat agar pengguna barang/alat dapat
menggunakan barang tersebut dengan baik dan bermanfaat sesuai dengan
cara kerja dan kegunaan barang tersebut. Barang-barang elektronik, seperti
kulkas, televisi, telepon, mesin cuci, VCD/DVD, atau komputer perlu buku
petunjuk.
Berikut contoh buku petunjuk cara kerja pesawat telepon. Perhatikanlah
dengan saksama!
IMAGE TOUCH PANEL PHONE LCD
KEISTIMEWAAN
1. Tombol tidak perlu ditekan, cukup disentuh.
2. Dilengkapi dengan layar LCD yang dapat menampilkan:
a. penunjuk waktu/jam/24 jam
b. kalender otomatis yang berlaku sepanjang masa
c. Caller id (menampilkan nomor yang masuk)
3. Bisa menyimpan nomor telepon secara otomatis pada saat melakukan
telepon keluar maupun telepon masuk.
4. Bisa me-redial nomor-nomor internasional.
5. Ada fasilitas handsfree tanpa harus mengangkat gagang telepon.
6. Bisa mengunci menggunakan password (dengan nomor pin)
CARA PAKAI / CARA KERJA:
1. Untuk set tahun/bulan/tanggal dan waktu/jam, tekan SET/SAVE
hingga keluar set/date, lalu tekan set/save. Untuk konfirmasi, bisa
menggunakan tombol up dan down. Setelah selesai, tekan tombol
delete (exit) dan kembali ke menu semula.
2. Untuk mengoperasikan kalkulator, tekan AC dan untuk keluar, tekan
delete.
3. Untuk melihat telepon masuk atau keluar tekan dialed lalu tekan
down
4. Untuk menggunakan handsfree, tekan tombol handsfree.
5. Untuk menyimpan nomor telepon yang masuk, tekan dialed, lalu pilih
nomor telepon dengan up atau down, lalu tekan set/save. Untuk menghapus,
tampilkan nomor telepon, tekan delete. Untuk melihat nomor telepon
yang masuk, tekan Vip. Untuk memilihnya, tekan up atau down.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 53
6. Untuk mengatur kejelasan layar LCD, tekan set save lalu tekan
tombol up/down hingga keluar set 6 lcd, tekan set atau save. Tekan
tombol up atau down untuk mengatur tingkat 1 sampai dengan 5,
setelah itu tekan set save. Dan untuk keluar, tekan delete.
D. Menindak Lanjuti Perintah Kerja Tertulis
Pada bab dua, kita telah mempelajari bagaimana menindaklanjuti
perintah kerja secara lisan, misalnya instruksi dari Pembina OSIS tentang
rencana menyelenggarakan Pentas Seni dalam rangka peringatan HUT
sekolah. Ketua OSIS dan pengurusnya segera melakukan langkahlangkah
seperti membentuk panitia, merencanakan kegiatan, merumuskan
agenda kerja, struktur kerja, dan menyusun beberapa pertanyaan untuk
konfirmasi.
Dalam dunia kerja, seorang pemimpin tentu sering memberikan
perintah kerja, baik secara lisan maupun tertulis. Setiap karyawan ,baik
sebagai atasan maupun bawahan, harus mampu memahami serta menyikapi
dengan baik peraturan atau budaya kerja yang ada pada perusahaan tempat
dia bekerja. Setiap menerima perintah kerja secara tertulis dalam bentuk
surat atau instruksi kedinasan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan,
kita harus dapat menindaklanjutinya.
Hal-hal yang perlu dilakukan saat menerima perintah kerja tertulis,
ialah seperti berikut.
(1) Membaca perintah kerja secara teliti, hati-hati, dan saksama.
(2) Membuat catatan informasi penting dari perintah kerja tersebut.
(3) Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan perintah
(4) Merancang bagan atau prosedur kerja yang diperintahkan.
(5) Meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana
kerja.
54 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
RANGKUMAN
A. Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis
Bentuk perintah tertulis dapat dibedakan menjadi beberapa
jenis, yaitu himbauan/larangan, petunjuk, peraturan, pedoman, dan
undang-undang.
B. Model-Model Surat Berisi Perintah Kerja
Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat yang
berhubungan dengan pekerjaan disebut surat dinas atau surat resmi.
Model surat yang berisi informasi kerja atau perintah kerja, antara lain:
1. Surat Perintah
2. Surat edaran, yang terdiri atas surat edaran umum dan surat edaran
khusus.
3. Surat Pengumuman yang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
(1) Pengumuman lisan
(2) Pengumuman tertulis
(3) Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari
instansi.
4. Memo atau Memorandum
5. Disposisi yang dibedakan menjadi disposisi langsung dan disposisi
tidak langsung.
C. Perintah Kerja Berbentuk Manual
Petunjuk penggunaan yang disebut juga manual kerja merupakan
perintah bagaimana melakukan pekerjaan atau perbuatan terhadap suatu
objek atau alat. Petunjuk penggunaan umumnya disediakan oleh produsen
barang untuk memberi petunjuk penggunaan barang yang bersangkutan,
seperti barang-barang elektronik TV, kulkas, VCD, atau HP.
D. Menindak lanjuti Perintah Kerja Tertulis
Setiap menerima perintah kerja secara tertulis dalam bentuk surat
atau instruksi kedinasan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan,
kita harus dapat menindaklanjutinya. Tindak lanjut tersebut mulai dari
membaca perintah kerja secara teliti sampai dengan meminta konfirmasi
kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana kerja.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 55
TUGAS MANDIRI:
Untuk lebih mengenal dan memahami bentuk perintah kerja tertulis,
kerjakanlah tugas berikut.
1. Carilah minimal tiga bentuk perintah kerja secara tertulis yang
lainnya!
2. Jelaskan perbedaan bentuk perintah kerja secara tetulis dari segi
struktur dan penggunaan bahasa!
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Bila kita akan menyampaikan perintah kerja tertulis secara ringkas,
sebaiknya membuat
a. faktur d. memorandum
b. disposisi e. surat perintah
c. buku manual kerja
2. Formulir penyusunan bahasa dalam memorandum dianjurkan
a. bahasa yang panjang dan terurai
b. bahasa yang singkat, jelas, dan tepat
c. bahasa Indonesia yang baik dan benar
d. kalimat yang ambigu
e. bahasa yang kontaminatif
3. Nama jelas penanda tangan surat ditulis
a. nama diberi garis bawah
b. menggunakan tanda kurung buka dan tanda kurung tutup
c. tidak diapit oleh tanda kurung buka dan tanda kurung tutup dan
tidak digarisbawahi
d. dengan menggunakan huruf kapital seluruhnya
e. diapit oleh tanda kurung buka dan tanda kurung tutup dan
digarisbawahi.
4. Berikut ini termasuk ke dalam perintah kerja tertulis, kecuali
a. memorandum
b. surat pengumuman
56 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
c. surat edaran
d. buku manual kerja
e. surat pengiriman barang
5. Pemberitahuan pemerintah kepada rakyat Indonesia tentang pelaksanaan
pemilu, disebut surat
a. surat edaran
b. iklan
c. spanduk
d. kaki surat
e. perihal surat
6. Bagian surat edaran yang dinamakan kaki surat/bagian akhir terdiri
atas
a. nama jabatan, tanda tangan pejabat, nama pejabat, cap dinas, dan
tembusan
b. tulisan edaran, pendahuluan, isi, dan penutup
c. tanda tangan, nama terang, tembusan, dan cap dinas
d. pembukaan, isi, dan penutup
e. tembusan, lampiran, dan tanda tangan pejabat
7. Penjelasan di bawah ini berhubungan dengan memo, kecuali
a. bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, dan penerangan
b. surat pernyataan dalam hubungan diplomasi
c. memo dibuat oleh atasan dan jajaran yang berada di bawahnya
dalam satu organisasi
d. alat bukti historis
e. nota atau peringatan tidak resmi
8. Yang bukan fungsi surat resmi
a. alat komunikasi
b. alat bukti tertulis
c. alat pengingat
d. permohonan kerja
e. surat pernyataan dalam hubungan diplomasi
9. Penutup surat perintah yang tepat adalah
a. Harap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
b. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
c. Kehadiran Saudara sangat kami harapkan dan terima kasih.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 57
d. Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
e. Berhubung pentingnya acara, kehadiran Saudara tidak boleh
diwakilkan.
10. Di bawah ini yang bukan salam pembuka adalah
a. Saudara... yang terhormat
b. Bapak yang terhormat
c. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
d. Dengan hormat
e. Wassalam
11. Surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada pejabat/pegawai
yang berisi suatu penjelasan disebut
a. surat edaran umum
b. surat edaran khusus
c. surat edaran dari suatu instansi
d. pengumuman
e. surat sirkuler
12. Lembaran kertas yang disediakan oleh agendaris untuk diisi pimpinan
tentang tindak lanjut. Surat yang dimaksud disebut
a. distorsi d. diskualifikasi
b. disposisi e. memorandum
c. dispensi
13. Rangkaian bagian surat perintah adalah
a. tempat kedudukan, nama yang diberi perintah, dan tanda tangan
b. tempat kedudukan, keterangan yang diberi perintah, tanda tangan,
dan nama jelas
c. tempat, tanggal, nomor surat, dan tanda tangan
d. tempat dan tanggal, nomor surat, dan tanda tangan
e. tempat dan tanggal, jawaban pemberi perintah, nama yang diberi
perintah, dan tanda tangan.
14. Bagian-bagian surat perintah ialah
a. nomor, judul, dan konsideran
b. bagian, kepala, bagian isi, dan bagian kaki
c. dasar, pertimbangan, dan isi perintah
d. judul, badan surat, dan kaki surat
e. nama, alamat, dan nomor urut surat perintah
58 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
15. Mengetahui informasi lisan tentang kurs rupiah, bisa melalui
a. tabloid d. berita televisi
b. surat kabar e. majalah mingguan
c. berita ekonomi
16. Bentuk perintah kerja tertulis umumnya bersifat tidak langsung. Bentuk
perintah tertulis antara lain, kecuali
a. undang-undang d. petunjuk
b. himbauan/larangan e. ajakan
c. peraturan
17. Bagian surat edaran yang merupakan daftar penerima surat selain yang
dialamatkan adalah
a. alamat dalam
b. pembuka surat
c. tembusan
d. alamat
e. tanggal surat
18. Buku petunjuk cara melakukan sesuatu berkaitan dengan penggunaan
benda atau alat disebut
a. buku petunjuk
b. buku pedoman
c. buku manual kerja
d. buku keterangan
e. primbon
19. DEPARTEMEN AGAMA
KANTOR WILAYAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SURAT EDARAN
Nomor : WI / I / KS.02 / 01 / 2006
Untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia
Nomor 1 tahun 2005 tanggal 12 Desember 2005 perihal Tata Persuratan Dinas di
Lingkungan Departemen Agama RI, dengan ini kami beri tahukan bahwa salah
satu materi dalam rangka penyempurnaan tata persuratan dinas adalah tentang
cap dinas pokok. Pokok penyempurnaan itu sebagai berikut.
……………………..
Berdasarkan penggalan surat di atas, alamat surat ditujukan
kepada
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 59
a. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga se-Daerah
Istimewa Yogyakarta
b. Kepala Kantor Departemen Agama Kodya/Kabupaten se–Daerah
Istimewa Yogyakarta
c. Kepala Kantor/Menteri Agama RI
d. Kepala Kantor Wilayah Provinsi
e. Kepala Kantor Departemen Agama se–Indonesia
20. Kalimat-kalimat di bawah ini yang dapat digunakan dalam surat
perintah adalah
a. Demikianlah surat ini dikemukakan agar mendapat perhatian.
b. Kami mengharapkan surat ini mendapat perhatian Saudara.
c. Agar pelaksanaannya dijalankan sebaik-baiknya.
d. Selanjutnya perintah ini agar dilaksanakan dengan penuh tanggung
jawab.
e. Perintah ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Memo
Kepada : Manajer Pemasaran
Dari : Kasubag Pengiriman Buku
Perihal : Pengiriman Buku
Segera kirimkan buku Teori Karya Prof. Dr. Hamid Abdul Hadi untuk
Bapak Dr. Budi Santoso, Kepala Perpustakaan Kota Bogor, sebanyak 80
eksemplar.
Jakarta, 22 Maret 2005
( paraf )
Ajun Ginanjar
60 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
II. Bila Anda telah mencermati contoh memo di atas, jawablah pertanyaan
di bawah ini!
1. Ditujukan kepada siapa memo di atas?
2. Siapa pengirim memo tersebut?
3. Apa isi perintah kerja tertulis pada memo di atas?
4. Apakah pesan yang disampaikan memo itu singkat dan jelas?
5. Berdasarkan pengamatanmu unsur-unsur apakah yang menjadi ciri
khas memo?
6. Sebutkan kekurangan dari memo di atas! Jelaskan!
7. Apa yang dimaksud dengan disposisi?
8. Sebutkan macam-macam pengumuman!
9. Apa perbedaan surat edaran dan surat perintah?
10. Buatlah perintah kerja berbentuk manual!
Selasa, 04 Oktober 2011
BAB 1 MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH DALAM KONTEKS BEKERJA
BAB 1
MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN
INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH
DALAM KONTEKS BEKERJA
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Wacana
Narkoba, Aids, dan Kita
Saat ini di kawasan Asia, diperkirakan 4,9 juta orang hidup dengan
HIV/AIDS termasuk 440.000 kasus baru pada tahun lalu. Sekitar 300.000
orang meninggal akibat berbagai penyakit terkait AIDS. Asia Tenggara
sendiri memiliki tingkat prevalensi tertinggi di Asia dengan luas wilayah
endemis bervariasi antarnegara.
Ketika epidemi di Kamboja, Myanmar, dan Thailand menunjukkan
penurunan prevalensi HIV, di Indonesia dan Vietnam justru meningkat
pesat. Mayoritas kasus infeksi baru di Indonesia dan Vietnam disebabkan
pemakaian narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif lainnya (napza),
terutama penggunaan jarum suntik injecting drug use (IDU), dan hubungan
seks tidak aman.
Dalam sepuluh tahun terakhir, peningkatan kasus HIV di Indonesia
sungguh mencengangkan. Jika tahun 1998 jumlah kumulatif kasus HIV
baru 591 orang, pada September 2007 jumlahnya telah mencapai 5.904
orang. Sejak Januari hingga September 2007 saja, jumlah kasus infeksi baru
HIV mencapai 674 orang.
Kondisi ini seiring dengan laju epidemi AIDS. Jika tahun 1998 jumlah
kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan 258 orang, pada September 2007
jumlahnya telah meningkat jadi 10.384 orang dengan prevalensi 4,57 persen.
Cara penularan kasus AIDS melalui IDU 49,5 persen dan hubungan seks
tidak aman 46 persen.
Sejauh ini, epidemi HIV/AIDS telah bergeser dari hubungan seks
tidak aman ke pemakaian napza (populer dengan sebutan narkoba) dengan
jarum suntik. Peningkatan kasus penularan virus itu melalui narkoba suntik
mulai terlihat sejak tahun 1999.
Departemen Kesehatan menyebutkan, jumlah pengguna narkoba
suntik di Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan 190.000 hingga 247.000
orang. Sementara estimasi prevalensi HIV pada pengguna narkoba suntik
mencapai 41,6 persen dan ditemukan di tiap provinsi. Secara nasional, dari
kasus AIDS yang terlaporkan secara kumulatif, 49,5 persen di antaranya
adalah pengguna narkoba suntik.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Bahkan, di wilayah Provinsi DKI Jakarta, 72 persen dari total jumlah
kumulatif kasus AIDS adalah pengguna narkoba suntik. “Usia pengguna
napza suntik cenderung makin muda sehingga mereka akan terinfeksi
HIV lebih awal dan sulit dijangkau,” kata Nafsiah Mboi, Sekretaris Komisi
Nasional Penanggulangan HIV/AIDS.
Para pengguna narkoba suntik di lembaga pemasyarakatan (lapas)
dan rumah tahanan (rutan) juga meningkat pesat serta rata-rata 20 persen
terinfeksi HIV. Akibatnya, angka kematian penghuni lapas atau rutan
pada tahun 2005 meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Para pengguna narkoba suntik yang terinfeksi HIV di lapas
atau rutan selama ini kesulitan mengakses pelayanan kesehatan.
Tingginya angka terinfeksi HIV di kalangan pengguna narkoba
terutama disebabkan perilaku mereka amat beresiko. Salah satunya masih
meluasnya praktik berbagi jarum suntik di kalangan IDU. Di Indonesia,
yang populer dikonsumsi adalah narkoba suntikan berupa heroin atau
putau. Konon karena efeknya lebih cepat dan murah dibandingkan dengan
yang nonsuntikan.
Di sisi lain, pengetahuan pentingnya sterilisasi jarum suntik sangat
rendah. Menurut penelitian Budi Utomo, Guru Besar dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di kalangan remaja
pengguna narkoba suntik umumnya satu jarum suntik dipakai dua sampai
18 orang. Bahkan, 62 persen di antaranya memakai ulang jarum tersebut.
Cara membersihkan jarum, 65 persen memakai air biasa, 31 persen air
panas. Sangat sedikit yang mensterilkan dengan merebus.
Hasil penelitian lain yang dilakukan I Made Setiawan dan timnya
di Bali (1998) menyebutkan, 26,5 persen dari pengguna narkoba suntik itu
memiliki lebih dari satu pasangan seksual aktif, 26,5 persen lainnya pernah
menggunakan jasa pekerja seksual, serta 17,6 persen berhubungan intim
dengan orang asing. Akan tetapi, cuma satu orang yang konsisten memakai
kondom.
Hal ini membuat kelompok pengguna narkoba suntik menempati
posisi amat penting dalam mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Menurut
Zubairi Djoerban, Guru Besar dari FKUI RSCM yang bergerak di bidang
penanggulangan HIV/AIDS, mereka rentan tertular akibat praktik berbagi
jarum suntik. Kemudian, mereka berpeluang besar menularkannya ke
kalangan non-pengguna narkoba suntik, istri mereka, anak dan pasangan
seksual mereka.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Sejauh ini, Pemerintah telah menyusun pedoman penanggulangan
HIV/AIDS akibat pemakaian jarum suntik pada pengguna narkoba suntik
secara bergantian. Pedoman itu mengatur penggunaan jarum suntik sebagai
bagian layanan harm reduction di puskesmas, rumah sakit, dan lapas.
Dalam aturan itu, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia bertugas
mengurus di lembaga pemasyarakatan, yaitu memisahkan antara pengedar
dan pengguna. Setiap pengguna narkoba di lapas juga wajib diperlakukan
sebagai pasien yang bisa disembuhkan. Apabila terlanjur terinfeksi HIV,
pasien bisa mendapat pengobatan tanpa didiskriminasi.
Realisasinya tentu butuh komitmen kuat dari pemerintah dan pemangku
kepentingan dalam penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pengguna
narkoba suntikan. Untuk itu, kita bisa belajar dari negara-negara tetangga
seperti Kamboja, khususnya menyangkut bagaimana upaya pencegahan
yang terfokus dan berkelanjutan dapat menekan perkembangan epidemi
HIV.
(Sumber: Kompas, Sabtu, 24 November 2007,
dengan beberapa perubahan)
A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi
Nonverbal
Menyimak merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang dapat
menambah atau memperluas pengetahuan. Keterampilan menyimak perlu
dilatih secara terus-menerus dan berkesinambungan. Proses pelatihan
menyimak menuntut adanya kesiapan mental dan kesehatan fisik serta
motivasi atau kemauan secara sadar untuk mengikuti seluruh isi simakan.
Pada dasarnya menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang
disampaikan secara lisan dengan tidak sekadar menggunakan indera
pendengaran, tetapi juga berupaya menangkap isi atau pesan serta
memahami makna informasi yang disampaikan. Hasil simakan dapat
diungkapkan kembali dengan bahasa sendiri dengan tidak mengubah
pengertian dasar informasi sumber.
Proses menyimak menuntut motivasi dan perhatian dari pendengar.
Tanpa keinginan dan perhatian, sulit mengharapkan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan caranya, menyimak terdiri atas beberapa macam, yakni, seperti
berikut :
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
1. Menyimak Intensif
menyimak memahami secara terperinci, teliti, dan mendalami bahan
yang disimak.
2. Menyimak Ekstensif
menyimak memahami secara sepintas dan umum dalam garis-garis
besar atau butir-butir penting tertentu.
3. Menyimak untuk Belajar
melalui kegiatan menyimak, seseorang mempelajari berbagai hal
yang dibutuhkan. Misalnya, para siswa menyimak ceramah guru
bahasa Indonesia, para siswa mendengarkan suara radio, televisi, dan
sebagainya.
4. Menyimak untuk Menghibur
menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. Misalnya, menyimak
pembacaan cerita-cerita lucu, pertunjukan sandiwara, film, dan
sebagainya.
5. Menyimak untuk Menilai
menyimak mendengarkan, memahami isi simakan, menelaah, mengkaji,
menguji, dan membandingkan dengan pengalaman serta pengetahuan
menyimak.
6. Menyimak Diskriminatif
menyimak untuk membedakan bunyi suara. Dalam belajar bahasa
Inggris, misalnya siswa harus dapat membedakan bunyi (i) dan (i:).
7. Menyimak Pemecahan Masalah
menyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan
analisis yang disampaikan oleh si pembicara. Mungkin juga penyimak
dapat memecahkan masalah yang dihadapinya, secara kreatif dan
analisis setelah yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak
sesuatu.
Untuk dapat mengungkapkan kembali informasi simakan yang diterima
dengan baik dan memadai, kita dapat melakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Perhatikan judul wacana yang akan dilisankan.
2. Catatlah kata-kata kunci yang dianggap penting berupa frasa atau
klausa.
3. Catatlah ide-ide pokok setiap paragraf.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
4. Catatlah fakta-fakta atau data berupa angka, persentase, atau
perbandingan.
5. Uraikan kembali dalam bentuk ikhtisar berdasarkan data-data yang
dicatat.
Informasi hasil simakan dapat dikemukakan atau disampaikan dalam
bentuk verbal maupun nonverbal. Informasi verbal berwujud uraian,
ulasan, atau penjelasan dan dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan.
Informasi ini dianggap lebih mudah dicerna dan dipahami.
Contoh informasi verbal:
Sulistya mengatakan UN lebih banyak menimbulkan penderitaan
bagi sekolah swasta dan pinggiran. Bagaimana mungkin sekolah
pinggiran yang sarana, prasarana, kualitas SDM, dan pemenuhan standar
pelayanan minimal (SPM)-nya sangat terbatas disamakan dengan sekolah
yang SPM-nya lengkap dan pada umumnya didominasi sekolah negeri
perkotaan. UN yang diselenggarakan setiap tahun hanya akan menambah
persoalan dan pemborosan APBN, jika hasil ujian periode sebelumnya
tidak ditindaklanjuti dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran
pada sekolah yang angka kelulusannya rendah.
Informasi berbentuk nonverbal cenderung bersifat visual, berupa
bentuk atau gambar serta garis-garis yang memiliki ciri-ciri tersendiri dan
cenderung perlu pengamatan lebih khusus. Contohnya: grafik, denah,
bagan, diagram, atau matriks.
Berikut ini pengertian dan contoh bentuk informasi nonverbal.
1. Grafik
Grafik adalah gambaran pasang surutnya suatu keadaan atau data
yang ada dengan garis atau gambar. Grafik dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran.
a. Grafik batang adalah lukisan naik turunnya data berupa batang atau
balok dan dipakai untuk menekankan adanya perbedaan tingkatan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
atau nilai berupa aspek.
Contoh Grafik Batang :
Grafik PeGkrearfjiak aPne kOerrjaanagn TOuraa nSgi sTwuaa SSMiswKa NSMurKu Nl Iusrlual mIs lTaamh uTna h2u0n0 72007
0
50
100
150
1
ABRI
PNS
SWASTA
BURUH
PETANI
LAINNYA
b. Grafik garis adalah lukisan naik turunnya data berupa garis yang
dihubungkan dari titik-titik data secara berurutan.
Grafik ini dipakai untuk menggambarkan perkembangan atau
perubahan dari waktu ke waktu.
Contoh grafik garis:
Grafik PGeranfgiku Pnejunngugn Pjuenrgp uPsetrapkuastaank aSaMn KSM NKu Nruurli sI sTlaahmu nT a2h00u7n 2007
0
50
100
150
200
250
300
Jan
Mar
Mei
Jul
Sept
Nov
Bulan
Jumlah Pengunjung
Series1
c. Grafik lingkaran adalah gambaran naik turunnya data berupa lingkaran
untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau seluruhnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh grafik lingkaran:
PePresresennttaassee PPeennggaannuutt AAggaammaa ddii SSMMKK KKaarrttiinnii
Islam 55
Protestan 28
Katolik 14
Hindu 2
Budha 1
28%
14%
2%
55%
1%
Islam
Protestan
Katolik
Hindu
Budha
2. D iagram
Diagram adalah (gambaran buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau
menerangkan sesuatu. Bentuk-bentuk diagram antara lain adalah diagram
arus (bagan alur), diagram balok, diagram gambar, diagram garis, diagram
lingkaran, diagram cabar, dan diagram pohon.
Contoh diagram:
Total Nilai Transaksi di BEJ (dalam Triliyun)
147.9
128.8
97.5
120.8
125.4
246.2 0
100
200
300
Nilai
Transa
ksi
1 2 3 4 5 6
Tahun
Transaksi Di BEJ (dlm triliyun)
Series
1
3. Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar dan sejumlah data informasi,
biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem,
urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas
sehingga dapat dengan mudah disimak.
Nilai
Transaksi
Tahun
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh:
Data Tentang Kesegaran Jasmani Manusia Berdasarkan Usia dan Jenis
Kelamin
Pria Wanita Pria Wanita
12 menit 13 menit 2400 m 2250 m
13 menit 14 menit 2250 m 2090 m
14 menit 15 menit 2090 m 1850 m
18 - 29 tahun
40 - 49 tahun
30 - 49 tahun
Jenis Tes Waktu Tempuh untuk
Jarak 2,5 Km
Jarak yang Ditempuh
Selama 12 menit
Usia
4. Bagan
Bagan adalah gambaran secara analisis atau terurai tentang proses
yang terjadi di alam, teknologi, dan masyarakat manusia. Bagan digunakan
untuk membantu memperjelas proses kerja.
Contoh bagan:
Bagan Budidaya Belut
3. Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar dan sejumlah data informasi, biasanya berupa
kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan
deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah di simak.
Contoh :
Data Tentang Kesegaran Jasmani Manusia Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
4. Bagan adalah gambaran secara analisis atau terurai tentang proses yang terjadi di alam,
teknologi dan masyarakat manusia. Bagan digunakan untuk membantu memperjelas
proses kerja yang kurang komunikatif.
Contoh bagan:
Bagan Budidaya Belut
PembuatanKolam
PenaburanKapur
PenaburanRompas
Penggenangan Kolam PenebaranBibit
SeleksiBibit
Pemberianbibit
246.2 0
ksi
1 2 3 4 5 6
Tahun
Pria Wanita Pria Wanita
12 menit 13 menit 2400 m 2250 m
13 menit 14 menit 2250 m 2090 m
14 menit 15 menit 2090 m 1850 m
Waktu Tempuh utk
karak 2,5 Km
Jarak yg ditempuh
slm 12 menit
Usia
18 - 29 tahun
40 - 49 tahun
30 - 49 tahun
Jenis Tes
5. Peta
Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak
tanah, laut, sungai, gunung-gunung, dan sebagainya atau representasi
melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, batas, sifat
permukaan, dan sebagainya.
10 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh :
6. D enah
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, peta, atau
gambar rancangan bangunan.
Contoh:
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 11
7. Matriks
Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga
butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari
kiri ke kanan.
Contoh:
No Nama Kegiatan Juli Agust Sept Okt Nov Des Ket
1 Penyusunan Personil
Bimbingan Konseling
2 Konsultasi Program X
3 Pengadaan Sarana Prasarana X X
4 Layanan Bimb. Konseling X
5 Instrumen Bimbingan X X X X
6 Pengembangan Sistem Prog. X
7 Kerja sama dengan orang tua X
8 Laporan Bulan Semester X X X X X X
9 Evaluasi X
10 Analisis X
11 Tindak Lanjut X
Program Kerja Bimbingan Konseling SMK
Mitra Kencana Jakarta
X X X X X X
B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Informasi yang kita simak perlu ditelaah isinya berdasarkan kepentingan
atau maksud yang terkandung di dalamnya. Bentuk-bentuk
pengungkapan informasi baik yang verbal maupun nonverbal masingmasing
selalu membutuhkan penyampaian informasi. Adakalanya suatu
informasi lebih tepat disampaikan dengan penyajian verbal karena lebih
memerlukan banyak penjelasan daripada bentuk visual. Namun, ada
informasi yang lebih mudah dicerna karena disajikan dalam bentuk
nonverbal. Tapi pada dasarnya semua itu bergantung pada kebutuhan.
Proses mengubah isi informasi verbal menjadi nonverbal memang agak
sulit. Namun, bila bahan simakan dapat ditelaah, hal itu bukan hal yang
tidak dapat dilakukan. Itulah sebabnya, kita perlu berlatih dengan saksama.
Cara pertama, simaklah isi informasi dengan penuh perhatian. Kedua,
setelah disimak, cobalah perhatikan: Apa isinya, bagaimana uraiannya, dan
dapatkah divisualisasikan.
12 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan atau mengubah
informasi verbal ke informasi nonverbal, adalah sebagai berikut.
1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta
perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif,
apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.
3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan informasi
tersebut.
5. Gambar, bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan
seimbang dengan isi.
6. Tentukan warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan atau
membedakan data-datanya.
Perhatikan contoh perubahan informasi verbal menjadi informasi
nonverbal di bawah ini!
Contoh I.
Berdasarkan penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu
Presiden 2004, Yudhoyono-Yusuf Kalla menempati urutan pertama dengan
perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau 33,60% dari total perolehan
suara. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan
jumlah suara sebanyak 27.910.706 atau 26,27% dari total perolehan suara.
Urutan ketiga ditempati oleh Wiranto-Salahuddin dengan perolehan suara
sebanyak 23.583.501 atau 22,20% dari total perolehan suara. Urutan keempat
ditempati Amien Rais-Siswono dengan perolehan jumlah suara sebanyak
15.800.979 atau 14,08% dari total perolehan suara sedangkan duet Hamzah-
Agum menempati urutan terakhir.
Total perolehan suara yang telah terkumpul sampai 19 Juli 2004, pukul
21.00 adalah 106.228.247 orang.
Inti dari informasi verbal di atas, adalah sebagai berikut.
1. Informasi tentang penghitungan suara pemilu Presiden 2004.
2. Penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu Presiden
2004 Yudhoyono-Kalla menempati urutan pertama pemilu dengan
perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau 33,60%.
3. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan suara
27.910.706 atau 22,20%.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 13
4. Wiranto-Salahuddin berada di urutan ketiga dengan perolehan suara
23.583.501 atau 22,20%.
5. Amien-Siswono memperoleh jumlah suara 15.800.979 atau 14,80%.
6. Hamzah-Agum menempati urutan terakhir dengan jumlah perolehan
suara 3.253.014 atau 3,06%.
7. Total perolehan suara yang terkumpul sampai 19 Juli 2004 pukul 21.00
adalah 106.228.247 orang.
Bentuk informasi nonverbalnya berupa diagram seperti berikut.
1. Informasi tentang penghitungan suara pemilu Presiden 2004.
2. Penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu Presiden 2004 Yudhoyono-Kala
menempati urutan pertama pemilu dengan perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau
33,60%.
3. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan suara 27.910.706 atau
22,20%.
4. Wiranto-Salahuddin berada diurutan ketiga dengan perolehan suara 23.583.501 atau
22,20%.
5. Amien-Siswono memperoleh jumlah suara 15.800.979 atau 14,80%.
6. Hamzah-Agum menempati urutan terakhir dengan jumlah perolehan suara 3.253.014 atau
3,06%.
7. Total perolehan suara yang terkumpul sampai 19 Juli 2004 pukul 21.00 adalah
106.228.247 orang.
Bentuk informasi nonverbalnya berupa diagram, yaitu:
Contoh II perubahan informasi verbal menjadi informasi nonverbal :
Contoh 2:
Perhitungan Suara Sementara Putaran Pertama
P E M I L U P R E S I D E N R I 2 0 0 4
Sampai Pukul 21.00 WIB
Yudhoyono-Yusuf Kalla (4)
35.745.198 (33,58%)
Megawati-Hasyim (2)
27.983.836 (26,29%)
Wiranto-Salahuddin (1)
23.645.484 (22,21%)
Amin Rais-Siswono (3)
15.826.526 (14,87%)
Hamzah-Agum (6)
3.253.014 (3,06%)
Total: 106.454.058 (100%)
Contoh II.
Vika, siswi Kelas 1 SMK, bercita-cita menjadi animator profesional.
Untuk itu, dia memilih sekolah di SMK jurusan Grafika. Selain sekolah dan
magang yang telah ditetapkan sebagai program sekolah, untuk menunjang
cita-citanya tersebut, dia mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris.
“Calon animator profesional” tersebut telah merencanakan setamat
pendidikan nanti, jika kondisi sangat memungkinkan, dia akan melanjutkan
sekolah ke perguruan tinggi. Jurusan yang akan diambilnya adalah desain
grafis. Jika keuangan keluarganya tidak memungkinkannya untuk kuliah,
dia akan kursus desain grafis saja. Akan tetapi, jika kedua keinginannya
tersebut tidak dapat terpenuhi, dia akan mengikuti balai latihan kerja
(BLK) terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan mengikuti
14 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
BLK, Vika yakin akan mudah mendapat pekerjaan karena peserta pelatihan
di BLK akan disalurkan kerja sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing.
Bila ikut pelatihan di BLK pun tidak memungkinkan karena kondisi
keuangan keluarganya, terpaksa dia langsung bekerja di mana saja dalam
bidang apa saja. Tekadnya, yang penting dia dapat menabung untuk dapat
meraih cita-citanya kelak.
Inti dari informasi di atas seperti berikut.
1. Vika bercita-cita menjadi animator profesional.
2. Vika memilih sekolah di SMK jurusan Grafika.
3. Tamat SMK, Vika berencana melanjutkan ke perguruan tinggi jika ada
biaya.
4. Jika biaya tidak memungkinkan, Vika mengikuti latihan balai kerja
(BLK).
Bentuk Informasi Nonverbal yang cocok dari informasi di atas adalah
bagan, yaitu:
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 15
C. Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan Secara
Deduktif dan Induktif
Penyimpulan secara deduktif ialah cara mengambil simpulan dari
pernyataan yang bersifat umum diikuti oleh uraian atau pernyataanpernyataan
yang bersifat khusus.
Perhatikan contoh berikut.
1. Negara adalah institusi mapan, tetapi dinamis sehingga mampu mengantisipasi
segala perubahan yang terjadi. Negara mewadahi seluruh kepentingan
masyarakat. Ia menyediakan kerangka umum yang bersifat abstrak
sehingga terbuka untuk ditafsirkan. Sementara pemerintah adalah
pranata kontemporer, sebagai penyelenggara negara dalam jangka
waktu yang ditetapkan oleh konstitusi negara.
2. Hasil perolehan suara sementara dari penyelenggaraan pemilu pemilihan
presiden tahun 2004 cukup signifikan. Peringkat pertama diraih oleh
pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan
persentase suara terbanyak, yaitu 33,60 persen. Peringkat kedua diraih
oleh pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi dengan persentase
suara 22,20 persen. Disusul peringkat ketiga yaitu pasangan Wiranto
dan Salahudin. Selanjutnya peringkat keempat ialah pasangan Amin
Rais dan Siswono. Terakhir adalah pasangan Hamzah Haz dan Agum
Gumelar.
Penyimpulan secara induktif ialah cara mengambil simpulan dari
pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke
suatu simpulan yang bersifat umum.
Perhatikan contoh berikut.
1. Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan
imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel akan
merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga
seniman akan menggoreskan lukisan di dasar kain dengan imajinasinya
ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi itu diperlukan yang
mencipta suatu karya.
2. Plagiat ialah pengambilan atau penerjemahan sesuatu hasil begitu saja
dengan tidak menyebutkan pengarang asli melainkan menurunkan
nama sendiri sebagai pengarang. Plagiat tidak diperkenankan dalam
dunia sastra. Banyak karya sastra yang beredar merupakan karya
plagiat. Dalam dunia karya sastra memang terdapat larangan keras untuk
pengarang plagiat.
16 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Menyampaikan simpulan dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan.
Penyampaian harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Simpulan yang disampaikan dapat diperoleh dari informasi lisan maupun
tulisan baik informasi lisan yang bersifat verbal maupun informasi tulisan
yang berbentuk nonverbal. Simpulan dapat disertakan dengan opini atau
pendapat.
Opini adalah pandangan berdasarkan ideologi atau sikap seseorang
dalam memberikan suatu wawasan terhadap objek atau peristiwa. Opini
dapat juga disebut pendapat seseorang. Antonim dari opini adalah fakta.
Fakta bersifat objektif, merupakan kenyataan bersifat konkret dan dapat
dibuktikan kebenarannya.
Perhatikan tabel berikut.
Pendapat/Opini Fakta
1. Pemkab. dan PT. Jasa Marga
berusaha menuntaskan kesepakatan
pembangunan fisik jalan
tol.
2. Jalan tol Gempol–Pasuruan diharapkan
mampu mendorong
akselerasi
pertumbuhan perekonomian
kawasan.
1. Harga tanah yang dibebaskan
ditetapkan Rp 80.000,- hingga
Rp 400.000 per meter persegi.
2. Di Gedung Grahadi Surabaya
dilangsungkan penandatanganan
kesepakatan bersama.
Simpulan yang di dalamnya terdapat opini dapat dilihat pada contoh
di bawah ini.
Contoh 1.
Vika bercita-cita menjadi animator profesional. Ia pun masuk ke SMK
Grafika. Di samping itu, ia juga mengikuti kursus komputer dan bahasa
Inggris. Untuk mencapai keinginannya itu, ia berencana setelah lulus
sekolah akan kuliah pada jurusan desain grafis. Jika tak mampu kuliah, ia
berencana kursus desain grafis atau mengikuti balai latihan kerja (BLK). Bila
tak memungkinkan, ia akan bekerja apa saja untuk mengumpulkan uang
biaya kuliah. Sungguh begitu kuatnya keinginan Vika dalam mengapai citacitanya
sehingga segala kemungkinan jalan yang terbaik akan dia tempuh.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 17
Contoh 2.
Niat Vika setelah lulus sekolah akan meneruskan kuliah ke jurusan
desain grafis. Jika tak bisa ia mau mencoba kursus desain grafis atau
masuk balai latihan kerja. Namun, jika pun tak bisa, ia kemungkinan akan
bekerja dulu dalam rangka mengumpulkan uang untuk biaya kuliah pada
jurusan yang sama. Saat ini pun ia masuk SMK jurusan Grafika. Semua itu
dilakukan atas dasar dorongan yang kuat untuk mencapai cita-citanya. Ia
bercita-cita menjadi animator profesional.
Contoh pertama ialah simpulan yang diuraikan secara deduktif dengan
penambahan opini atau pendapat di bagian akhir paragraf. Contoh kedua
ialah simpulan yang diuraikan secara induktif dengan penambahan kalimat
opini sebelum kalimat terakhir yang merupakan simpulan umum.
RANGKUMAN
A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi Nonverbal
Menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang disampaikan
secara lisan dengan tidak sekedar menggunakan indera pendengaran
tapi juga berupaya menangkap isi atau pesan serta memahami makna
informasi yang disampaikan.
Ada beberapa macam cara menyimak, diantaranya adalah menyimak
intensif, menyimak ekstensif, menyimak diskriminatif, dan menyimak
untuk pemecahan masalah.
Informasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Informasi verbal
ialah informasi berbentuk uraian atau penjelasan. Informasi nonverbal
ialah informasi berbentuk visual seperti grafik, diagram, tabel, bagan,
peta, denah, dan matriks.
B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan informasi
verbal ke informasi nonverbal, yaitu:
1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta
perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif,
apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.
18 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan
informasi tersebut.
5. Gambar , bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan
seimbang dengan isi.
6. Tentukan warna-warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan
atau membedakan data-datanya.
C. Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan secara Deduktif dan
Induktif
Penyimpulan secara deduktif yaitu cara mengambil simpulan dari
pernyataan yang bersifat umum diikuti oleh uraian atau pernyataanpernyataan
yang bersifat khusus.
Penyimpulan secara induktif yaitu cara mengambil simpulan dari
pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke
suatu simpulan yang bersifat umum.
Simpulan yang disampaikan dapat diperoleh dari informasi lisan
maupun tulisan baik informasi lisan yang bersifat verbal maupun
informasi tulisan yang berbentuk nonverbal. Simpulan dapat disertakan
dengan opini atau pendapat.
TUGAS MANDIRI:
Mintalah salah seorang siswa membacakan wacana yang terdapat
di awal bab, sedangkan siswa lainnya menyimak. Setelah menyimak
lakukan hal berikut.
1. Catatlah pokok-pokok informasi.
2. Dari pokok informasi yang dicatat, buatlah informasi berbentuk
nonverbal !
3. Susunlah sebuah simpulannya secara deduktif atau induktif yang
disertakan opini Anda.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 19
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Menyusun kesimpulan dengan cara induksi atau deduksi kita lakukan
bila membuat karangan
a. argumentasi
b. persuasi
c. narasi
d. eksposisi
e. deskripsi
2. Lukisan naik turunnya data yang berupa batang atau balok dan dipakai
untuk menekankan adanya perbedaan tingkat atau nilai dari berbagai
aspek disebut
a. grafik lingkaran
b. grafik batangan
c. grafik garis
d. bagan arus
e. bagan pohon
3. Informasi nonverbal diperlukan bila data informasi membutuhkan
a. perincian
b. penjelasan
c. visualisasi
d. persentase
e. alasan-alasan
4. Berikut ini yang termasuk perintah kerja tertulis, kecuali
a. memo
b. surat edaran
c. buku manual kerja
d. surat pengumuman
e. surat pengiriman barang
5. Gambaran informasi yang berbentuk garis-garis menaik dan menurun
disebut
a. grafik lingkaran d. diagram
b. denah e. tabel
c. peta
20 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
6. Semua pernyataan di bawah ini benar, kecuali
a. tabel ialah informasi lewat kata dan bilangan yang tersusun
b. tabel ialah informasi tanpa kalimat penjang dan tanda baca
c. membaca tabel memerlukan kecermatan dan kepekaan berpikir
d. tabel dapat merupakan sumber gagasan
e. tabel disusun setiap kita membuat karangan
7. Pernyataan-pernyataan berikut yang merupakan opini adalah
a. Menurut polisi insiden itu tidak menimbulkan korban.
b. Siswa tim PBB yang lalu.
c. Ketika kendaraan mereka melintas, bom yang ditempatkan di
pinggir jalan meledak.
d. Ledakkan itu menimbulkan lubang di jalan dan menghancurkan
jendela di kawasan pemukiman dekat markas pasukan AS.
e. Tentara AS sedang melakukan patroli sekitar pukul 21.30 saat
serangan terjadi.
8. Produksi beras impor dan pengadaan beras!
Pernyataan berikut sesuai dengan tabel tersebut, kecuali
1996 1999 2002 2004
Produksi padi
( juta ton kg )
Produksi Beras
( Juta ton )
Impor Beras
( Juta Ton )
Pengadaan Beras
( Juta Ton )
Produksi
Tahun
33.69
0.17
45.32
54.34
35.28
1.81
33.47
50.87 51.49
33.06
4.5
35.36 37.56
2.14
33.22
51.5
a. Makin tinggi produksi padi makin rendah impor beras.
b. Impor beras tertinggi terjadi pada kondisi beras tinggi.
c. Tingginya produksi beras seiring dengan tingginya pengadaan
beras.
d. Kondisi produksi beras paling tinggi justru pengadaan beras
terendah.
e. Impor pengadaan beras terjadi ketika terjadi pengadaan beras
terendah.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 21
9. Paragraf yang dimulai dengan pernyataan yang khusus dan diikuti
penjelasan yang bersifat umum disebut
a. deduktif
b. induktif
c. sebab akibat
d. akibat sebab
e. induktif– deduktif
10. Pernyataan yang dimulai dengan pernyataan yang bersifat umum dan
diikuti penjelasan yang bersifat khusus disebut
a. induktif
b. deduktif
c. induktif-deduktif
d. deduktif-induktif
e. sebab akibat
11. Pernyataan di bawah ini yang tidak tepat adalah ....
a. mengungkapkan informasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal
b. mendengar adalah bagian dari menyimak
c. mendengarkan sambil berkreatifitas dapat membantu mencapai
hasil yang baik dalam menyimak
d. menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang
didengarkan
e. proses menyimak adalah upaya memahami isi pesan dari informasi
yang didengarkan
12. Di bawah ini merupakan kegunaan tabel dan grafik, kecuali
a. menunjukkan fakta dengan jelas
b. menghemat waktu karena mempercepat komunikasi
c. menyatakan fakta-fakta dalam konteks
d. menyatakan fakta-fakta lebih tersamar
e. menunjukkan fakta-fakta itu lebih mudah
13. Bila ingin menggambarkan data berupa program kerja, biasanya kita
menggunakan
a. denah
b. peta
c. grafik
d. matriks
e. diagram
22 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
14. Gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut,
sungai, gunung disebut
a. peta
b. matriks
c. denah
d. diagram
e. bagan
15. Gambaran buram sketsa istilah lain dari
a. diagram
b. bagan
c. peta
d. denah
e. tabel
16. Menyimak dianggap berhasil bila diukur dari hal berikut, kecuali
a. mengemukakan tanggapan sesuai dengan instruksi yang
disampaikan
b. dapat mengaktualisasikan informasi baik lisan maupun tulisan
c. membuat kesimpulan dengan menguraikan inti pokok informasi
yang disampaikan
d. memahami informasi yang didengarkan
e. dapat mengutarakan kembali informasi yang didengar dengan
makna yang sesuai
17. Menyimak pembacaan puisi, cerpen, termasuk jenis menyimak
a. ekstensif
b. intensif
c. diskriminatif
d. pemecahan masalah
e. apresiatif
18. Menyimak untuk memahami secara terperinci, teliti, dan mendalam
bahan yang disimak adalah jenis menyimak
a. untuk menghibur
b. apresiatif
c. untuk belajar
d. diskriminatif
e. untukmenilai
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 23
19. Karangan/tulisan yang memerlukan analisis dan sintetis dapat ditulis
dalam bentuk
a. eksposisi
b. narasi
c. argumentasi
d. persuasi
e. deskripsi
20. Untuk mengambil kesimpulan dari informasi nonverbal diperlukan
hal-hal berikut, kecuali
a. perhatikan isi informasi
b. perhatikan kata-kata dan angka-angka
c. lihat model dan warna gambarnya
d. artikan hubungan antar–lambang atau angka
e. perhatikan antar–bagian-bagiannya.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar dapat mengungkapkan
kembali informasi yang disimak!
2. Jelaskan perbedaan informasi berbentuk verbal dan nonverbal!
3. Hak apa saja yang harus dilakukan agar menyimak mencapai hasil
yang baik?
4. Apa yang kamu ketahui tentang grafik?
5. Sebutkan macam-macam grafik!
6. Apa yang kamu ketahui tentang denah? Jelaskan!
7. Jelaskan perbedaan grafik dan peta!
8. Apa yang dimaksud paragraf deduktif?
9. Berikan masing-masing contoh informasi verbal dan nonverbal!
10. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengalihkan
informasi verbal ke nonverbal!
MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN
INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH
DALAM KONTEKS BEKERJA
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Wacana
Narkoba, Aids, dan Kita
Saat ini di kawasan Asia, diperkirakan 4,9 juta orang hidup dengan
HIV/AIDS termasuk 440.000 kasus baru pada tahun lalu. Sekitar 300.000
orang meninggal akibat berbagai penyakit terkait AIDS. Asia Tenggara
sendiri memiliki tingkat prevalensi tertinggi di Asia dengan luas wilayah
endemis bervariasi antarnegara.
Ketika epidemi di Kamboja, Myanmar, dan Thailand menunjukkan
penurunan prevalensi HIV, di Indonesia dan Vietnam justru meningkat
pesat. Mayoritas kasus infeksi baru di Indonesia dan Vietnam disebabkan
pemakaian narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif lainnya (napza),
terutama penggunaan jarum suntik injecting drug use (IDU), dan hubungan
seks tidak aman.
Dalam sepuluh tahun terakhir, peningkatan kasus HIV di Indonesia
sungguh mencengangkan. Jika tahun 1998 jumlah kumulatif kasus HIV
baru 591 orang, pada September 2007 jumlahnya telah mencapai 5.904
orang. Sejak Januari hingga September 2007 saja, jumlah kasus infeksi baru
HIV mencapai 674 orang.
Kondisi ini seiring dengan laju epidemi AIDS. Jika tahun 1998 jumlah
kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan 258 orang, pada September 2007
jumlahnya telah meningkat jadi 10.384 orang dengan prevalensi 4,57 persen.
Cara penularan kasus AIDS melalui IDU 49,5 persen dan hubungan seks
tidak aman 46 persen.
Sejauh ini, epidemi HIV/AIDS telah bergeser dari hubungan seks
tidak aman ke pemakaian napza (populer dengan sebutan narkoba) dengan
jarum suntik. Peningkatan kasus penularan virus itu melalui narkoba suntik
mulai terlihat sejak tahun 1999.
Departemen Kesehatan menyebutkan, jumlah pengguna narkoba
suntik di Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan 190.000 hingga 247.000
orang. Sementara estimasi prevalensi HIV pada pengguna narkoba suntik
mencapai 41,6 persen dan ditemukan di tiap provinsi. Secara nasional, dari
kasus AIDS yang terlaporkan secara kumulatif, 49,5 persen di antaranya
adalah pengguna narkoba suntik.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Bahkan, di wilayah Provinsi DKI Jakarta, 72 persen dari total jumlah
kumulatif kasus AIDS adalah pengguna narkoba suntik. “Usia pengguna
napza suntik cenderung makin muda sehingga mereka akan terinfeksi
HIV lebih awal dan sulit dijangkau,” kata Nafsiah Mboi, Sekretaris Komisi
Nasional Penanggulangan HIV/AIDS.
Para pengguna narkoba suntik di lembaga pemasyarakatan (lapas)
dan rumah tahanan (rutan) juga meningkat pesat serta rata-rata 20 persen
terinfeksi HIV. Akibatnya, angka kematian penghuni lapas atau rutan
pada tahun 2005 meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Para pengguna narkoba suntik yang terinfeksi HIV di lapas
atau rutan selama ini kesulitan mengakses pelayanan kesehatan.
Tingginya angka terinfeksi HIV di kalangan pengguna narkoba
terutama disebabkan perilaku mereka amat beresiko. Salah satunya masih
meluasnya praktik berbagi jarum suntik di kalangan IDU. Di Indonesia,
yang populer dikonsumsi adalah narkoba suntikan berupa heroin atau
putau. Konon karena efeknya lebih cepat dan murah dibandingkan dengan
yang nonsuntikan.
Di sisi lain, pengetahuan pentingnya sterilisasi jarum suntik sangat
rendah. Menurut penelitian Budi Utomo, Guru Besar dari Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di kalangan remaja
pengguna narkoba suntik umumnya satu jarum suntik dipakai dua sampai
18 orang. Bahkan, 62 persen di antaranya memakai ulang jarum tersebut.
Cara membersihkan jarum, 65 persen memakai air biasa, 31 persen air
panas. Sangat sedikit yang mensterilkan dengan merebus.
Hasil penelitian lain yang dilakukan I Made Setiawan dan timnya
di Bali (1998) menyebutkan, 26,5 persen dari pengguna narkoba suntik itu
memiliki lebih dari satu pasangan seksual aktif, 26,5 persen lainnya pernah
menggunakan jasa pekerja seksual, serta 17,6 persen berhubungan intim
dengan orang asing. Akan tetapi, cuma satu orang yang konsisten memakai
kondom.
Hal ini membuat kelompok pengguna narkoba suntik menempati
posisi amat penting dalam mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Menurut
Zubairi Djoerban, Guru Besar dari FKUI RSCM yang bergerak di bidang
penanggulangan HIV/AIDS, mereka rentan tertular akibat praktik berbagi
jarum suntik. Kemudian, mereka berpeluang besar menularkannya ke
kalangan non-pengguna narkoba suntik, istri mereka, anak dan pasangan
seksual mereka.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Sejauh ini, Pemerintah telah menyusun pedoman penanggulangan
HIV/AIDS akibat pemakaian jarum suntik pada pengguna narkoba suntik
secara bergantian. Pedoman itu mengatur penggunaan jarum suntik sebagai
bagian layanan harm reduction di puskesmas, rumah sakit, dan lapas.
Dalam aturan itu, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia bertugas
mengurus di lembaga pemasyarakatan, yaitu memisahkan antara pengedar
dan pengguna. Setiap pengguna narkoba di lapas juga wajib diperlakukan
sebagai pasien yang bisa disembuhkan. Apabila terlanjur terinfeksi HIV,
pasien bisa mendapat pengobatan tanpa didiskriminasi.
Realisasinya tentu butuh komitmen kuat dari pemerintah dan pemangku
kepentingan dalam penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pengguna
narkoba suntikan. Untuk itu, kita bisa belajar dari negara-negara tetangga
seperti Kamboja, khususnya menyangkut bagaimana upaya pencegahan
yang terfokus dan berkelanjutan dapat menekan perkembangan epidemi
HIV.
(Sumber: Kompas, Sabtu, 24 November 2007,
dengan beberapa perubahan)
A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi
Nonverbal
Menyimak merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang dapat
menambah atau memperluas pengetahuan. Keterampilan menyimak perlu
dilatih secara terus-menerus dan berkesinambungan. Proses pelatihan
menyimak menuntut adanya kesiapan mental dan kesehatan fisik serta
motivasi atau kemauan secara sadar untuk mengikuti seluruh isi simakan.
Pada dasarnya menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang
disampaikan secara lisan dengan tidak sekadar menggunakan indera
pendengaran, tetapi juga berupaya menangkap isi atau pesan serta
memahami makna informasi yang disampaikan. Hasil simakan dapat
diungkapkan kembali dengan bahasa sendiri dengan tidak mengubah
pengertian dasar informasi sumber.
Proses menyimak menuntut motivasi dan perhatian dari pendengar.
Tanpa keinginan dan perhatian, sulit mengharapkan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan caranya, menyimak terdiri atas beberapa macam, yakni, seperti
berikut :
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
1. Menyimak Intensif
menyimak memahami secara terperinci, teliti, dan mendalami bahan
yang disimak.
2. Menyimak Ekstensif
menyimak memahami secara sepintas dan umum dalam garis-garis
besar atau butir-butir penting tertentu.
3. Menyimak untuk Belajar
melalui kegiatan menyimak, seseorang mempelajari berbagai hal
yang dibutuhkan. Misalnya, para siswa menyimak ceramah guru
bahasa Indonesia, para siswa mendengarkan suara radio, televisi, dan
sebagainya.
4. Menyimak untuk Menghibur
menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. Misalnya, menyimak
pembacaan cerita-cerita lucu, pertunjukan sandiwara, film, dan
sebagainya.
5. Menyimak untuk Menilai
menyimak mendengarkan, memahami isi simakan, menelaah, mengkaji,
menguji, dan membandingkan dengan pengalaman serta pengetahuan
menyimak.
6. Menyimak Diskriminatif
menyimak untuk membedakan bunyi suara. Dalam belajar bahasa
Inggris, misalnya siswa harus dapat membedakan bunyi (i) dan (i:).
7. Menyimak Pemecahan Masalah
menyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan
analisis yang disampaikan oleh si pembicara. Mungkin juga penyimak
dapat memecahkan masalah yang dihadapinya, secara kreatif dan
analisis setelah yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak
sesuatu.
Untuk dapat mengungkapkan kembali informasi simakan yang diterima
dengan baik dan memadai, kita dapat melakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Perhatikan judul wacana yang akan dilisankan.
2. Catatlah kata-kata kunci yang dianggap penting berupa frasa atau
klausa.
3. Catatlah ide-ide pokok setiap paragraf.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
4. Catatlah fakta-fakta atau data berupa angka, persentase, atau
perbandingan.
5. Uraikan kembali dalam bentuk ikhtisar berdasarkan data-data yang
dicatat.
Informasi hasil simakan dapat dikemukakan atau disampaikan dalam
bentuk verbal maupun nonverbal. Informasi verbal berwujud uraian,
ulasan, atau penjelasan dan dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan.
Informasi ini dianggap lebih mudah dicerna dan dipahami.
Contoh informasi verbal:
Sulistya mengatakan UN lebih banyak menimbulkan penderitaan
bagi sekolah swasta dan pinggiran. Bagaimana mungkin sekolah
pinggiran yang sarana, prasarana, kualitas SDM, dan pemenuhan standar
pelayanan minimal (SPM)-nya sangat terbatas disamakan dengan sekolah
yang SPM-nya lengkap dan pada umumnya didominasi sekolah negeri
perkotaan. UN yang diselenggarakan setiap tahun hanya akan menambah
persoalan dan pemborosan APBN, jika hasil ujian periode sebelumnya
tidak ditindaklanjuti dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran
pada sekolah yang angka kelulusannya rendah.
Informasi berbentuk nonverbal cenderung bersifat visual, berupa
bentuk atau gambar serta garis-garis yang memiliki ciri-ciri tersendiri dan
cenderung perlu pengamatan lebih khusus. Contohnya: grafik, denah,
bagan, diagram, atau matriks.
Berikut ini pengertian dan contoh bentuk informasi nonverbal.
1. Grafik
Grafik adalah gambaran pasang surutnya suatu keadaan atau data
yang ada dengan garis atau gambar. Grafik dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran.
a. Grafik batang adalah lukisan naik turunnya data berupa batang atau
balok dan dipakai untuk menekankan adanya perbedaan tingkatan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
atau nilai berupa aspek.
Contoh Grafik Batang :
Grafik PeGkrearfjiak aPne kOerrjaanagn TOuraa nSgi sTwuaa SSMiswKa NSMurKu Nl Iusrlual mIs lTaamh uTna h2u0n0 72007
0
50
100
150
1
ABRI
PNS
SWASTA
BURUH
PETANI
LAINNYA
b. Grafik garis adalah lukisan naik turunnya data berupa garis yang
dihubungkan dari titik-titik data secara berurutan.
Grafik ini dipakai untuk menggambarkan perkembangan atau
perubahan dari waktu ke waktu.
Contoh grafik garis:
Grafik PGeranfgiku Pnejunngugn Pjuenrgp uPsetrapkuastaank aSaMn KSM NKu Nruurli sI sTlaahmu nT a2h00u7n 2007
0
50
100
150
200
250
300
Jan
Mar
Mei
Jul
Sept
Nov
Bulan
Jumlah Pengunjung
Series1
c. Grafik lingkaran adalah gambaran naik turunnya data berupa lingkaran
untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau seluruhnya.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh grafik lingkaran:
PePresresennttaassee PPeennggaannuutt AAggaammaa ddii SSMMKK KKaarrttiinnii
Islam 55
Protestan 28
Katolik 14
Hindu 2
Budha 1
28%
14%
2%
55%
1%
Islam
Protestan
Katolik
Hindu
Budha
2. D iagram
Diagram adalah (gambaran buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau
menerangkan sesuatu. Bentuk-bentuk diagram antara lain adalah diagram
arus (bagan alur), diagram balok, diagram gambar, diagram garis, diagram
lingkaran, diagram cabar, dan diagram pohon.
Contoh diagram:
Total Nilai Transaksi di BEJ (dalam Triliyun)
147.9
128.8
97.5
120.8
125.4
246.2 0
100
200
300
Nilai
Transa
ksi
1 2 3 4 5 6
Tahun
Transaksi Di BEJ (dlm triliyun)
Series
1
3. Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar dan sejumlah data informasi,
biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem,
urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas
sehingga dapat dengan mudah disimak.
Nilai
Transaksi
Tahun
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh:
Data Tentang Kesegaran Jasmani Manusia Berdasarkan Usia dan Jenis
Kelamin
Pria Wanita Pria Wanita
12 menit 13 menit 2400 m 2250 m
13 menit 14 menit 2250 m 2090 m
14 menit 15 menit 2090 m 1850 m
18 - 29 tahun
40 - 49 tahun
30 - 49 tahun
Jenis Tes Waktu Tempuh untuk
Jarak 2,5 Km
Jarak yang Ditempuh
Selama 12 menit
Usia
4. Bagan
Bagan adalah gambaran secara analisis atau terurai tentang proses
yang terjadi di alam, teknologi, dan masyarakat manusia. Bagan digunakan
untuk membantu memperjelas proses kerja.
Contoh bagan:
Bagan Budidaya Belut
3. Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar dan sejumlah data informasi, biasanya berupa
kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan
deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah di simak.
Contoh :
Data Tentang Kesegaran Jasmani Manusia Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
4. Bagan adalah gambaran secara analisis atau terurai tentang proses yang terjadi di alam,
teknologi dan masyarakat manusia. Bagan digunakan untuk membantu memperjelas
proses kerja yang kurang komunikatif.
Contoh bagan:
Bagan Budidaya Belut
PembuatanKolam
PenaburanKapur
PenaburanRompas
Penggenangan Kolam PenebaranBibit
SeleksiBibit
Pemberianbibit
246.2 0
ksi
1 2 3 4 5 6
Tahun
Pria Wanita Pria Wanita
12 menit 13 menit 2400 m 2250 m
13 menit 14 menit 2250 m 2090 m
14 menit 15 menit 2090 m 1850 m
Waktu Tempuh utk
karak 2,5 Km
Jarak yg ditempuh
slm 12 menit
Usia
18 - 29 tahun
40 - 49 tahun
30 - 49 tahun
Jenis Tes
5. Peta
Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak
tanah, laut, sungai, gunung-gunung, dan sebagainya atau representasi
melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, batas, sifat
permukaan, dan sebagainya.
10 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Contoh :
6. D enah
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, peta, atau
gambar rancangan bangunan.
Contoh:
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 11
7. Matriks
Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga
butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari
kiri ke kanan.
Contoh:
No Nama Kegiatan Juli Agust Sept Okt Nov Des Ket
1 Penyusunan Personil
Bimbingan Konseling
2 Konsultasi Program X
3 Pengadaan Sarana Prasarana X X
4 Layanan Bimb. Konseling X
5 Instrumen Bimbingan X X X X
6 Pengembangan Sistem Prog. X
7 Kerja sama dengan orang tua X
8 Laporan Bulan Semester X X X X X X
9 Evaluasi X
10 Analisis X
11 Tindak Lanjut X
Program Kerja Bimbingan Konseling SMK
Mitra Kencana Jakarta
X X X X X X
B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Informasi yang kita simak perlu ditelaah isinya berdasarkan kepentingan
atau maksud yang terkandung di dalamnya. Bentuk-bentuk
pengungkapan informasi baik yang verbal maupun nonverbal masingmasing
selalu membutuhkan penyampaian informasi. Adakalanya suatu
informasi lebih tepat disampaikan dengan penyajian verbal karena lebih
memerlukan banyak penjelasan daripada bentuk visual. Namun, ada
informasi yang lebih mudah dicerna karena disajikan dalam bentuk
nonverbal. Tapi pada dasarnya semua itu bergantung pada kebutuhan.
Proses mengubah isi informasi verbal menjadi nonverbal memang agak
sulit. Namun, bila bahan simakan dapat ditelaah, hal itu bukan hal yang
tidak dapat dilakukan. Itulah sebabnya, kita perlu berlatih dengan saksama.
Cara pertama, simaklah isi informasi dengan penuh perhatian. Kedua,
setelah disimak, cobalah perhatikan: Apa isinya, bagaimana uraiannya, dan
dapatkah divisualisasikan.
12 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan atau mengubah
informasi verbal ke informasi nonverbal, adalah sebagai berikut.
1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta
perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif,
apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.
3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan informasi
tersebut.
5. Gambar, bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan
seimbang dengan isi.
6. Tentukan warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan atau
membedakan data-datanya.
Perhatikan contoh perubahan informasi verbal menjadi informasi
nonverbal di bawah ini!
Contoh I.
Berdasarkan penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu
Presiden 2004, Yudhoyono-Yusuf Kalla menempati urutan pertama dengan
perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau 33,60% dari total perolehan
suara. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan
jumlah suara sebanyak 27.910.706 atau 26,27% dari total perolehan suara.
Urutan ketiga ditempati oleh Wiranto-Salahuddin dengan perolehan suara
sebanyak 23.583.501 atau 22,20% dari total perolehan suara. Urutan keempat
ditempati Amien Rais-Siswono dengan perolehan jumlah suara sebanyak
15.800.979 atau 14,08% dari total perolehan suara sedangkan duet Hamzah-
Agum menempati urutan terakhir.
Total perolehan suara yang telah terkumpul sampai 19 Juli 2004, pukul
21.00 adalah 106.228.247 orang.
Inti dari informasi verbal di atas, adalah sebagai berikut.
1. Informasi tentang penghitungan suara pemilu Presiden 2004.
2. Penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu Presiden
2004 Yudhoyono-Kalla menempati urutan pertama pemilu dengan
perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau 33,60%.
3. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan suara
27.910.706 atau 22,20%.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 13
4. Wiranto-Salahuddin berada di urutan ketiga dengan perolehan suara
23.583.501 atau 22,20%.
5. Amien-Siswono memperoleh jumlah suara 15.800.979 atau 14,80%.
6. Hamzah-Agum menempati urutan terakhir dengan jumlah perolehan
suara 3.253.014 atau 3,06%.
7. Total perolehan suara yang terkumpul sampai 19 Juli 2004 pukul 21.00
adalah 106.228.247 orang.
Bentuk informasi nonverbalnya berupa diagram seperti berikut.
1. Informasi tentang penghitungan suara pemilu Presiden 2004.
2. Penghitungan suara sementara putaran pertama pemilu Presiden 2004 Yudhoyono-Kala
menempati urutan pertama pemilu dengan perolehan suara sebanyak 35.687.602 atau
33,60%.
3. Megawati-Hasyim menempati urutan kedua dengan perolehan suara 27.910.706 atau
22,20%.
4. Wiranto-Salahuddin berada diurutan ketiga dengan perolehan suara 23.583.501 atau
22,20%.
5. Amien-Siswono memperoleh jumlah suara 15.800.979 atau 14,80%.
6. Hamzah-Agum menempati urutan terakhir dengan jumlah perolehan suara 3.253.014 atau
3,06%.
7. Total perolehan suara yang terkumpul sampai 19 Juli 2004 pukul 21.00 adalah
106.228.247 orang.
Bentuk informasi nonverbalnya berupa diagram, yaitu:
Contoh II perubahan informasi verbal menjadi informasi nonverbal :
Contoh 2:
Perhitungan Suara Sementara Putaran Pertama
P E M I L U P R E S I D E N R I 2 0 0 4
Sampai Pukul 21.00 WIB
Yudhoyono-Yusuf Kalla (4)
35.745.198 (33,58%)
Megawati-Hasyim (2)
27.983.836 (26,29%)
Wiranto-Salahuddin (1)
23.645.484 (22,21%)
Amin Rais-Siswono (3)
15.826.526 (14,87%)
Hamzah-Agum (6)
3.253.014 (3,06%)
Total: 106.454.058 (100%)
Contoh II.
Vika, siswi Kelas 1 SMK, bercita-cita menjadi animator profesional.
Untuk itu, dia memilih sekolah di SMK jurusan Grafika. Selain sekolah dan
magang yang telah ditetapkan sebagai program sekolah, untuk menunjang
cita-citanya tersebut, dia mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris.
“Calon animator profesional” tersebut telah merencanakan setamat
pendidikan nanti, jika kondisi sangat memungkinkan, dia akan melanjutkan
sekolah ke perguruan tinggi. Jurusan yang akan diambilnya adalah desain
grafis. Jika keuangan keluarganya tidak memungkinkannya untuk kuliah,
dia akan kursus desain grafis saja. Akan tetapi, jika kedua keinginannya
tersebut tidak dapat terpenuhi, dia akan mengikuti balai latihan kerja
(BLK) terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan mengikuti
14 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
BLK, Vika yakin akan mudah mendapat pekerjaan karena peserta pelatihan
di BLK akan disalurkan kerja sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing.
Bila ikut pelatihan di BLK pun tidak memungkinkan karena kondisi
keuangan keluarganya, terpaksa dia langsung bekerja di mana saja dalam
bidang apa saja. Tekadnya, yang penting dia dapat menabung untuk dapat
meraih cita-citanya kelak.
Inti dari informasi di atas seperti berikut.
1. Vika bercita-cita menjadi animator profesional.
2. Vika memilih sekolah di SMK jurusan Grafika.
3. Tamat SMK, Vika berencana melanjutkan ke perguruan tinggi jika ada
biaya.
4. Jika biaya tidak memungkinkan, Vika mengikuti latihan balai kerja
(BLK).
Bentuk Informasi Nonverbal yang cocok dari informasi di atas adalah
bagan, yaitu:
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 15
C. Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan Secara
Deduktif dan Induktif
Penyimpulan secara deduktif ialah cara mengambil simpulan dari
pernyataan yang bersifat umum diikuti oleh uraian atau pernyataanpernyataan
yang bersifat khusus.
Perhatikan contoh berikut.
1. Negara adalah institusi mapan, tetapi dinamis sehingga mampu mengantisipasi
segala perubahan yang terjadi. Negara mewadahi seluruh kepentingan
masyarakat. Ia menyediakan kerangka umum yang bersifat abstrak
sehingga terbuka untuk ditafsirkan. Sementara pemerintah adalah
pranata kontemporer, sebagai penyelenggara negara dalam jangka
waktu yang ditetapkan oleh konstitusi negara.
2. Hasil perolehan suara sementara dari penyelenggaraan pemilu pemilihan
presiden tahun 2004 cukup signifikan. Peringkat pertama diraih oleh
pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan
persentase suara terbanyak, yaitu 33,60 persen. Peringkat kedua diraih
oleh pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi dengan persentase
suara 22,20 persen. Disusul peringkat ketiga yaitu pasangan Wiranto
dan Salahudin. Selanjutnya peringkat keempat ialah pasangan Amin
Rais dan Siswono. Terakhir adalah pasangan Hamzah Haz dan Agum
Gumelar.
Penyimpulan secara induktif ialah cara mengambil simpulan dari
pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke
suatu simpulan yang bersifat umum.
Perhatikan contoh berikut.
1. Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan
imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel akan
merangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian juga
seniman akan menggoreskan lukisan di dasar kain dengan imajinasinya
ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi itu diperlukan yang
mencipta suatu karya.
2. Plagiat ialah pengambilan atau penerjemahan sesuatu hasil begitu saja
dengan tidak menyebutkan pengarang asli melainkan menurunkan
nama sendiri sebagai pengarang. Plagiat tidak diperkenankan dalam
dunia sastra. Banyak karya sastra yang beredar merupakan karya
plagiat. Dalam dunia karya sastra memang terdapat larangan keras untuk
pengarang plagiat.
16 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
Menyampaikan simpulan dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan.
Penyampaian harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Simpulan yang disampaikan dapat diperoleh dari informasi lisan maupun
tulisan baik informasi lisan yang bersifat verbal maupun informasi tulisan
yang berbentuk nonverbal. Simpulan dapat disertakan dengan opini atau
pendapat.
Opini adalah pandangan berdasarkan ideologi atau sikap seseorang
dalam memberikan suatu wawasan terhadap objek atau peristiwa. Opini
dapat juga disebut pendapat seseorang. Antonim dari opini adalah fakta.
Fakta bersifat objektif, merupakan kenyataan bersifat konkret dan dapat
dibuktikan kebenarannya.
Perhatikan tabel berikut.
Pendapat/Opini Fakta
1. Pemkab. dan PT. Jasa Marga
berusaha menuntaskan kesepakatan
pembangunan fisik jalan
tol.
2. Jalan tol Gempol–Pasuruan diharapkan
mampu mendorong
akselerasi
pertumbuhan perekonomian
kawasan.
1. Harga tanah yang dibebaskan
ditetapkan Rp 80.000,- hingga
Rp 400.000 per meter persegi.
2. Di Gedung Grahadi Surabaya
dilangsungkan penandatanganan
kesepakatan bersama.
Simpulan yang di dalamnya terdapat opini dapat dilihat pada contoh
di bawah ini.
Contoh 1.
Vika bercita-cita menjadi animator profesional. Ia pun masuk ke SMK
Grafika. Di samping itu, ia juga mengikuti kursus komputer dan bahasa
Inggris. Untuk mencapai keinginannya itu, ia berencana setelah lulus
sekolah akan kuliah pada jurusan desain grafis. Jika tak mampu kuliah, ia
berencana kursus desain grafis atau mengikuti balai latihan kerja (BLK). Bila
tak memungkinkan, ia akan bekerja apa saja untuk mengumpulkan uang
biaya kuliah. Sungguh begitu kuatnya keinginan Vika dalam mengapai citacitanya
sehingga segala kemungkinan jalan yang terbaik akan dia tempuh.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 17
Contoh 2.
Niat Vika setelah lulus sekolah akan meneruskan kuliah ke jurusan
desain grafis. Jika tak bisa ia mau mencoba kursus desain grafis atau
masuk balai latihan kerja. Namun, jika pun tak bisa, ia kemungkinan akan
bekerja dulu dalam rangka mengumpulkan uang untuk biaya kuliah pada
jurusan yang sama. Saat ini pun ia masuk SMK jurusan Grafika. Semua itu
dilakukan atas dasar dorongan yang kuat untuk mencapai cita-citanya. Ia
bercita-cita menjadi animator profesional.
Contoh pertama ialah simpulan yang diuraikan secara deduktif dengan
penambahan opini atau pendapat di bagian akhir paragraf. Contoh kedua
ialah simpulan yang diuraikan secara induktif dengan penambahan kalimat
opini sebelum kalimat terakhir yang merupakan simpulan umum.
RANGKUMAN
A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi Nonverbal
Menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang disampaikan
secara lisan dengan tidak sekedar menggunakan indera pendengaran
tapi juga berupaya menangkap isi atau pesan serta memahami makna
informasi yang disampaikan.
Ada beberapa macam cara menyimak, diantaranya adalah menyimak
intensif, menyimak ekstensif, menyimak diskriminatif, dan menyimak
untuk pemecahan masalah.
Informasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Informasi verbal
ialah informasi berbentuk uraian atau penjelasan. Informasi nonverbal
ialah informasi berbentuk visual seperti grafik, diagram, tabel, bagan,
peta, denah, dan matriks.
B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan informasi
verbal ke informasi nonverbal, yaitu:
1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta
perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif,
apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.
18 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan
informasi tersebut.
5. Gambar , bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan
seimbang dengan isi.
6. Tentukan warna-warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan
atau membedakan data-datanya.
C. Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan secara Deduktif dan
Induktif
Penyimpulan secara deduktif yaitu cara mengambil simpulan dari
pernyataan yang bersifat umum diikuti oleh uraian atau pernyataanpernyataan
yang bersifat khusus.
Penyimpulan secara induktif yaitu cara mengambil simpulan dari
pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke
suatu simpulan yang bersifat umum.
Simpulan yang disampaikan dapat diperoleh dari informasi lisan
maupun tulisan baik informasi lisan yang bersifat verbal maupun
informasi tulisan yang berbentuk nonverbal. Simpulan dapat disertakan
dengan opini atau pendapat.
TUGAS MANDIRI:
Mintalah salah seorang siswa membacakan wacana yang terdapat
di awal bab, sedangkan siswa lainnya menyimak. Setelah menyimak
lakukan hal berikut.
1. Catatlah pokok-pokok informasi.
2. Dari pokok informasi yang dicatat, buatlah informasi berbentuk
nonverbal !
3. Susunlah sebuah simpulannya secara deduktif atau induktif yang
disertakan opini Anda.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 19
UJI KOMPETENSI
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Menyusun kesimpulan dengan cara induksi atau deduksi kita lakukan
bila membuat karangan
a. argumentasi
b. persuasi
c. narasi
d. eksposisi
e. deskripsi
2. Lukisan naik turunnya data yang berupa batang atau balok dan dipakai
untuk menekankan adanya perbedaan tingkat atau nilai dari berbagai
aspek disebut
a. grafik lingkaran
b. grafik batangan
c. grafik garis
d. bagan arus
e. bagan pohon
3. Informasi nonverbal diperlukan bila data informasi membutuhkan
a. perincian
b. penjelasan
c. visualisasi
d. persentase
e. alasan-alasan
4. Berikut ini yang termasuk perintah kerja tertulis, kecuali
a. memo
b. surat edaran
c. buku manual kerja
d. surat pengumuman
e. surat pengiriman barang
5. Gambaran informasi yang berbentuk garis-garis menaik dan menurun
disebut
a. grafik lingkaran d. diagram
b. denah e. tabel
c. peta
20 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
6. Semua pernyataan di bawah ini benar, kecuali
a. tabel ialah informasi lewat kata dan bilangan yang tersusun
b. tabel ialah informasi tanpa kalimat penjang dan tanda baca
c. membaca tabel memerlukan kecermatan dan kepekaan berpikir
d. tabel dapat merupakan sumber gagasan
e. tabel disusun setiap kita membuat karangan
7. Pernyataan-pernyataan berikut yang merupakan opini adalah
a. Menurut polisi insiden itu tidak menimbulkan korban.
b. Siswa tim PBB yang lalu.
c. Ketika kendaraan mereka melintas, bom yang ditempatkan di
pinggir jalan meledak.
d. Ledakkan itu menimbulkan lubang di jalan dan menghancurkan
jendela di kawasan pemukiman dekat markas pasukan AS.
e. Tentara AS sedang melakukan patroli sekitar pukul 21.30 saat
serangan terjadi.
8. Produksi beras impor dan pengadaan beras!
Pernyataan berikut sesuai dengan tabel tersebut, kecuali
1996 1999 2002 2004
Produksi padi
( juta ton kg )
Produksi Beras
( Juta ton )
Impor Beras
( Juta Ton )
Pengadaan Beras
( Juta Ton )
Produksi
Tahun
33.69
0.17
45.32
54.34
35.28
1.81
33.47
50.87 51.49
33.06
4.5
35.36 37.56
2.14
33.22
51.5
a. Makin tinggi produksi padi makin rendah impor beras.
b. Impor beras tertinggi terjadi pada kondisi beras tinggi.
c. Tingginya produksi beras seiring dengan tingginya pengadaan
beras.
d. Kondisi produksi beras paling tinggi justru pengadaan beras
terendah.
e. Impor pengadaan beras terjadi ketika terjadi pengadaan beras
terendah.
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 21
9. Paragraf yang dimulai dengan pernyataan yang khusus dan diikuti
penjelasan yang bersifat umum disebut
a. deduktif
b. induktif
c. sebab akibat
d. akibat sebab
e. induktif– deduktif
10. Pernyataan yang dimulai dengan pernyataan yang bersifat umum dan
diikuti penjelasan yang bersifat khusus disebut
a. induktif
b. deduktif
c. induktif-deduktif
d. deduktif-induktif
e. sebab akibat
11. Pernyataan di bawah ini yang tidak tepat adalah ....
a. mengungkapkan informasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal
b. mendengar adalah bagian dari menyimak
c. mendengarkan sambil berkreatifitas dapat membantu mencapai
hasil yang baik dalam menyimak
d. menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang
didengarkan
e. proses menyimak adalah upaya memahami isi pesan dari informasi
yang didengarkan
12. Di bawah ini merupakan kegunaan tabel dan grafik, kecuali
a. menunjukkan fakta dengan jelas
b. menghemat waktu karena mempercepat komunikasi
c. menyatakan fakta-fakta dalam konteks
d. menyatakan fakta-fakta lebih tersamar
e. menunjukkan fakta-fakta itu lebih mudah
13. Bila ingin menggambarkan data berupa program kerja, biasanya kita
menggunakan
a. denah
b. peta
c. grafik
d. matriks
e. diagram
22 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI
14. Gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut,
sungai, gunung disebut
a. peta
b. matriks
c. denah
d. diagram
e. bagan
15. Gambaran buram sketsa istilah lain dari
a. diagram
b. bagan
c. peta
d. denah
e. tabel
16. Menyimak dianggap berhasil bila diukur dari hal berikut, kecuali
a. mengemukakan tanggapan sesuai dengan instruksi yang
disampaikan
b. dapat mengaktualisasikan informasi baik lisan maupun tulisan
c. membuat kesimpulan dengan menguraikan inti pokok informasi
yang disampaikan
d. memahami informasi yang didengarkan
e. dapat mengutarakan kembali informasi yang didengar dengan
makna yang sesuai
17. Menyimak pembacaan puisi, cerpen, termasuk jenis menyimak
a. ekstensif
b. intensif
c. diskriminatif
d. pemecahan masalah
e. apresiatif
18. Menyimak untuk memahami secara terperinci, teliti, dan mendalam
bahan yang disimak adalah jenis menyimak
a. untuk menghibur
b. apresiatif
c. untuk belajar
d. diskriminatif
e. untukmenilai
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 23
19. Karangan/tulisan yang memerlukan analisis dan sintetis dapat ditulis
dalam bentuk
a. eksposisi
b. narasi
c. argumentasi
d. persuasi
e. deskripsi
20. Untuk mengambil kesimpulan dari informasi nonverbal diperlukan
hal-hal berikut, kecuali
a. perhatikan isi informasi
b. perhatikan kata-kata dan angka-angka
c. lihat model dan warna gambarnya
d. artikan hubungan antar–lambang atau angka
e. perhatikan antar–bagian-bagiannya.
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar dapat mengungkapkan
kembali informasi yang disimak!
2. Jelaskan perbedaan informasi berbentuk verbal dan nonverbal!
3. Hak apa saja yang harus dilakukan agar menyimak mencapai hasil
yang baik?
4. Apa yang kamu ketahui tentang grafik?
5. Sebutkan macam-macam grafik!
6. Apa yang kamu ketahui tentang denah? Jelaskan!
7. Jelaskan perbedaan grafik dan peta!
8. Apa yang dimaksud paragraf deduktif?
9. Berikan masing-masing contoh informasi verbal dan nonverbal!
10. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengalihkan
informasi verbal ke nonverbal!
Langganan:
Postingan (Atom)